Kanal24, Malang – UPT Green Campus Universitas Brawijaya (UB) melakukan pemetaan titik penanaman pohon langka di kawasan kampus sebagai bagian dari upaya meningkatkan keanekaragaman hayati serta mendukung program pengurangan emisi karbon. Kegiatan ini dilakukan melalui peninjauan langsung ke sejumlah area kampus untuk menentukan lokasi yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman langka.
Kepala UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, STP, M.Env.Mgt., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan identifikasi dan pemetaan ini menjadi langkah awal sebelum program penanaman pohon langka dilaksanakan secara menyeluruh di kawasan kampus. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan UPT Green Campus UB Petakan Titik Penanaman Pohon Langka yang digelar pada Senin (9/3/2026) di Kampus Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang.
Baca juga:
FH UB Apresiasi Mahasiswa Juara Kompetisi 2025

āInsyaallah hari ini kami sedang melakukan identifikasi dan juga pemetaan untuk lokasi penanaman pohon langka di UB Veteran. Ini merupakan salah satu program kerja dari UPT Green Campus dalam rangka meningkatkan biodiversitas di lingkungan kampus sehingga dapat mendukung program Net Zero Carbon Emission,ā ujar Prof. Sri.
Survei Lapangan Tentukan Titik Penanaman
Dalam kegiatan tersebut, tim UPT Green Campus UB melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai titik di kawasan kampus untuk menilai kondisi lingkungan yang paling tepat bagi penanaman pohon. Proses identifikasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan ruang tumbuh, hingga potensi perkembangan tanaman dalam jangka panjang.
Langkah ini dinilai penting agar penanaman pohon tidak dilakukan secara sembarangan. Dengan pemetaan yang matang, tanaman yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan kampus.
Selain itu, kegiatan survei ini juga bertujuan memastikan bahwa setiap titik penanaman memiliki kondisi yang mendukung keberlanjutan tanaman dalam jangka panjang. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian utama UPT Green Campus UB dalam menjalankan program penghijauan di kawasan kampus.
Identifikasi Sejumlah Area Kampus
Sebelumnya, kegiatan pemetaan lokasi penanaman juga telah dilakukan di kawasan Kampus UB Dieng. Pada lokasi tersebut, tim Green Campus berhasil mengidentifikasi lima titik area yang dinilai potensial untuk penanaman pohon langka.
Sementara itu, peninjauan terbaru dilakukan di kawasan Kampus UB Veteran. Berdasarkan hasil survei lapangan, sekitar 20 titik lokasi diproyeksikan menjadi area penanaman pohon langka yang akan dikembangkan pada tahap berikutnya.
Proses pemetaan ini menjadi langkah awal untuk menentukan sebaran vegetasi yang tepat di lingkungan Universitas Brawijaya. Dengan pemilihan lokasi yang tepat, program penghijauan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem hijau di kawasan kampus.
Mendukung Konsep Green Campus
Kegiatan pemetaan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Brawijaya dalam mengembangkan konsep green campus yang berkelanjutan. Melalui program ini, UB berupaya meningkatkan jumlah vegetasi sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan kampus.
Prof. Sri menegaskan bahwa proses penanaman nantinya tidak hanya berhenti pada tahap penempatan tanaman, tetapi juga akan disertai dengan perawatan dan pemantauan secara berkala agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.
āProses penanamannya nanti tidak serta-merta langsung ditanam. Kami juga akan melakukan perawatan dan monitoring sehingga tanaman langka yang direncanakan ditanam di lingkungan Universitas Brawijaya dapat tetap hidup dan berkembang,ā jelasnya.
Melalui kegiatan pemetaan lokasi ini, Universitas Brawijaya berharap program penanaman pohon langka dapat berjalan secara optimal sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (nid)














