Kanal24, Malang – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) sukses menggelar kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan akademisi internasional untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu global di bidang pertanian. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada persoalan lokal, tetapi juga memahami dinamika global yang semakin kompleks.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan exposure mahasiswa agar lebih aware terhadap permasalahan global, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dalam konteks dunia,” ujar Ketua International Relations Office FP UB, Rika Ratna Sari.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan International Guest Lecture FP UB yang dilaksanakan pada Rabu (01/04/2026), bertempat di Aula Gedung Central 1.1 Lantai 1 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian UB melalui International Relations Office dengan menghadirkan Prof. Meine van Noordwijk sebagai narasumber utama.
Baca juga:
FILKOM UB Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siapkan Diri Hadapi Disrupsi Digital

Rika mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari mahasiswa, khususnya mereka yang mengambil mata kuliah agroforestri. Kehadiran pemateri internasional menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan perspektif yang lebih luas dan mutakhir.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai perkembangan isu pertanian berkelanjutan di tingkat global. Hal ini dinilai penting dalam membentuk pola pikir yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Lebih lanjut, Rika menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar tidak terjebak pada perspektif sempit. Dengan memahami isu global, mahasiswa diharapkan mampu melihat keterkaitan antara permasalahan lokal dan internasional.
Menurutnya, pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing secara global, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian.
Pemilihan tema agroforestri dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Rika menjelaskan bahwa agroforestri memiliki posisi strategis karena berada di antara sektor kehutanan dan pertanian, sehingga mampu memberikan manfaat ganda.
Di satu sisi, sistem ini mendukung produktivitas petani, sementara di sisi lain juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Namun, pengelolaan agroforestri tetap menghadapi tantangan, terutama dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan guna memperkuat kualitas akademik di lingkungan FP UB. Rika menyebut bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong pengembangan penelitian yang selaras dengan perkembangan global.
Dengan demikian, kontribusi akademik dari Fakultas Pertanian UB diharapkan semakin signifikan dalam menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian berkelanjutan. (nid/cay)














