Kanal24, Malang – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan rekor tertinggi pada Senin (26/01/2026). Logam mulia ini melanjutkan tren penguatan dengan kenaikan signifikan hingga mendekati level psikologis Rp 3 juta per gram, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas Antam mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya dan diperdagangkan di kisaran Rp 2,9 jutaan per gram. Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan emas Antam di pasar domestik, melampaui capaian tertinggi yang sebelumnya tercatat pada pekan lalu.
Baca juga:
Pemerintah Pastikan Pasokan Pangan Stabil hingga Lebaran 2026
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas ukuran satu gram, tetapi juga merata di seluruh pecahan. Mulai dari emas setengah gram hingga ukuran 1 kilogram, seluruhnya mengalami penyesuaian harga naik. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut terkerek naik, mencerminkan kuatnya permintaan pasar terhadap logam mulia tersebut.
Tren Global Dorong Harga Domestik
Penguatan harga emas di dalam negeri tidak terlepas dari lonjakan harga emas di pasar global. Sepanjang awal 2026, harga emas dunia menunjukkan reli kuat dan menembus rekor baru, didorong meningkatnya permintaan aset safe haven. Kondisi geopolitik yang memanas di sejumlah kawasan dunia serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global membuat investor beralih ke emas sebagai instrumen perlindungan nilai.
Selain faktor geopolitik, permintaan emas dari bank sentral berbagai negara juga menjadi salah satu pendorong utama. Sejumlah bank sentral terus menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset, terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang utama dunia.
Sentimen Ekonomi dan Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter global turut memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan harga emas. Sikap bank sentral utama dunia yang cenderung berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga membuat emas semakin menarik. Dalam kondisi suku bunga rendah atau berpotensi diturunkan, emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen investasi berbasis bunga.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar di sejumlah negara juga memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai jangka panjang. Kombinasi faktor-faktor tersebut mendorong arus investasi masuk ke pasar emas, baik di tingkat global maupun domestik.
Dampak bagi Investor dan Masyarakat
Bagi investor, lonjakan harga emas Antam menjadi sinyal kuat bahwa logam mulia masih memegang peran penting dalam portofolio investasi. Kenaikan yang konsisten membuka peluang keuntungan bagi investor yang telah menyimpan emas sejak harga masih berada di level lebih rendah.
Namun, bagi masyarakat yang berencana membeli emas sebagai tabungan atau perhiasan, harga yang mendekati Rp 3 juta per gram tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Harga tinggi membuat sebagian calon pembeli memilih untuk menunda transaksi, sambil menunggu peluang koreksi harga di masa mendatang.
Prospek Harga Emas ke Depan
Pelaku pasar menilai tren harga emas masih berpotensi bertahan kuat dalam jangka menengah, terutama jika ketidakpastian global belum mereda. Meski demikian, volatilitas tetap perlu diwaspadai, mengingat pergerakan harga emas sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, data ekonomi global, dan kebijakan bank sentral.
Dengan kondisi tersebut, emas Antam diperkirakan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia, baik sebagai pelindung nilai aset maupun sebagai sarana diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. (nid)














