Kanal24– Harga emas batangan di pasar domestik mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Penurunan terjadi serentak pada produk Antam, UBS, dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian, mengikuti pelemahan harga emas global serta penguatan dolar Amerika Serikat.
Data perdagangan menunjukkan harga emas Antam turun Rp40.000 menjadi Rp2.878.000 per gram, dari posisi sebelumnya di atas Rp2,9 juta per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali juga terkoreksi Rp50.000 menjadi sekitar Rp2.655.000 per gram.
Koreksi ini menjadi penurunan harian terbesar dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya harga emas sempat bergerak stabil di level tinggi.
Penurunan serupa terjadi pada emas yang dipasarkan Pegadaian. Harga emas UBS tercatat di level Rp2.958.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di posisi Rp2.943.000 per gram. Pelemahan terjadi hampir di seluruh ukuran, mulai dari pecahan kecil hingga ukuran investasi besar.
Untuk ukuran 0,5 gram, emas UBS diperdagangkan di kisaran Rp1,59 juta, sementara Galeri24 sekitar Rp1,54 juta, menunjukkan koreksi mengikuti tren harga global.
Tekanan Global Jadi Pemicu
Pergerakan harga emas domestik saat ini masih sangat dipengaruhi faktor eksternal. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global sehingga menekan permintaan.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat turut memicu aksi ambil untung investor setelah reli harga emas pada awal tahun.
Secara historis, emas cenderung melemah ketika dolar menguat karena keduanya bergerak berlawanan arah di pasar komoditas internasional.
Selisih Harga Antar Produk
Perbandingan harga emas ukuran 1 gram pada 18 Februari 2026 menunjukkan perbedaan tipis antarproduk:
- Antam: Rp2.878.000
- UBS (Pegadaian): Rp2.958.000
- Galeri24 (Pegadaian): Rp2.943.000
Harga Antam masih menjadi opsi relatif lebih rendah dibanding produk Pegadaian pada hari ini, meski perbedaan dipengaruhi faktor distribusi dan biaya sertifikasi.
Koreksi atau Peluang?
Pelaku pasar menilai penurunan harga emas saat ini belum menunjukkan perubahan tren jangka panjang. Status emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) masih kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan.
Koreksi harga justru sering dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi bertahap, terutama bagi investor jangka panjang.
Namun analis mengingatkan investor tetap memperhatikan pergerakan kurs rupiah dan kebijakan moneter global karena dua faktor tersebut menjadi penentu utama arah harga emas dalam waktu dekat.
Dengan dinamika global yang masih fluktuatif, harga emas diperkirakan akan bergerak volatil dalam beberapa waktu ke depan, sehingga investor disarankan tidak mengambil keputusan berdasarkan pergerakan harian semata.(Din)














