Kanal24 – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, pergerakan harga pangan nasional menunjukkan tren fluktuatif dengan sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan terbatas. Pemerintah memastikan pasokan tetap aman meski permintaan masyarakat meningkat menjelang dan pada pekan pertama bulan puasa.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, komoditas hortikultura masih menjadi penyumbang utama volatilitas harga, terutama cabai dan bawang merah.
Harga cabai rawit merah secara nasional berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram di sejumlah wilayah. Kenaikan dipengaruhi faktor distribusi dan produksi yang sensitif terhadap cuaca. Sementara itu, harga bawang merah tercatat berkisar Rp38.000–Rp44.000 per kilogram di tingkat konsumen.
Berbeda dengan komoditas hortikultura, harga bahan pokok utama relatif stabil. Beras medium berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp15.000 per kilogram. Stabilitas ini dipengaruhi program intervensi pemerintah melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Komoditas protein hewani juga masih terkendali. Harga daging ayam ras tercatat rata-rata Rp40.000–Rp42.000 per kilogram, sementara daging sapi berada di kisaran Rp135.000 hingga Rp145.000 per kilogram secara nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional sebelumnya menyatakan stok pangan nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan Ramadan hingga Idulfitri. Pemerintah memperkuat operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat konsumen.
Peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan menjadi faktor utama perubahan harga pangan setiap tahun. Bank Indonesia mencatat periode Ramadan secara historis mendorong kenaikan permintaan bahan pangan, terutama komoditas segar seperti cabai, bawang, dan telur ayam.
Meski demikian, tekanan inflasi pangan tahun ini diperkirakan lebih terkendali dibanding periode sebelumnya. Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) diperkuat untuk menjaga distribusi tetap lancar, termasuk melalui optimalisasi pasokan antarwilayah.
Ekonom menilai stabilitas harga beras menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap rendah karena beras memiliki bobot besar dalam pengeluaran rumah tangga. Selama harga beras stabil, dampak kenaikan komoditas lain terhadap inflasi nasional cenderung terbatas.
Namun pemerintah tetap mewaspadai potensi lonjakan harga pada komoditas hortikultura yang rentan gangguan cuaca dan biaya logistik. Penguatan distribusi dari daerah sentra produksi menjadi langkah utama untuk meredam gejolak harga dalam beberapa pekan ke depan.
Memasuki awal Ramadan, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan menghindari pembelian berlebihan. Pelaku pasar memperkirakan harga pangan masih berpotensi bergerak dinamis hingga pertengahan Ramadan, sebelum kembali stabil menjelang Idulfitri apabila pasokan tetap terjaga.














