Kanal24, Malang – Pemanfaatan hidrogen hijau mulai dipandang sebagai salah satu solusi penting untuk mempercepat transformasi energi bersih di sektor industri otomotif. Teknologi ini dinilai mampu mendorong pengurangan emisi karbon sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan bahwa hidrogen hijau menjadi salah satu inovasi energi yang tengah dikembangkan untuk mendukung upaya dekarbonisasi, khususnya di sektor transportasi. Menurutnya, penggunaan hidrogen sebagai sumber energi memiliki potensi besar untuk mendukung kendaraan ramah lingkungan di masa depan.
Bernadus menjelaskan bahwa pengembangan hidrogen hijau merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Selain mengembangkan pembangkit berbasis energi terbarukan, perusahaan juga berupaya memanfaatkan teknologi hidrogen untuk mendukung ekosistem kendaraan rendah emisi.
Baca juga:
Inflasi Jatim 0,95 Persen, Pangan Jadi Penekan Utama
Ia menambahkan bahwa hidrogen hijau diproduksi menggunakan energi terbarukan seperti tenaga air, tenaga surya, maupun panas bumi. Proses produksinya dilakukan melalui elektrolisis air yang memisahkan hidrogen dan oksigen tanpa menghasilkan emisi karbon, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
Energi Bersih untuk Transportasi Masa Depan
Sektor transportasi selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar di dunia. Oleh karena itu, berbagai negara mulai mencari alternatif energi yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang. Teknologi kendaraan hidrogen bekerja melalui sistem fuel cell yang mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan kendaraan. Proses tersebut hanya menghasilkan uap air sebagai residu, sehingga tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen otomotif global juga mulai mengembangkan kendaraan berbasis hidrogen sebagai alternatif selain kendaraan listrik berbasis baterai. Teknologi ini diyakini memiliki keunggulan, terutama dalam hal waktu pengisian bahan bakar yang lebih cepat serta jarak tempuh yang lebih panjang.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hidrogen. Ketersediaan sumber energi terbarukan yang melimpah seperti tenaga air, panas bumi, dan tenaga surya dapat dimanfaatkan untuk memproduksi hidrogen hijau secara berkelanjutan.
Pengembangan Infrastruktur Hidrogen
Meski menjanjikan, pengembangan teknologi hidrogen tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan pembangunan ekosistem yang mendukung. Salah satu tantangan utama adalah pembangunan infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen yang masih terbatas.
Untuk itu, berbagai pihak mulai mendorong pembangunan Hydrogen Refueling Station atau stasiun pengisian hidrogen. Infrastruktur tersebut menjadi komponen penting agar kendaraan berbasis hidrogen dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.
Selain infrastruktur, pengembangan teknologi ini juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset. Kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat pengembangan teknologi, menurunkan biaya produksi, serta memperluas pemanfaatan hidrogen di berbagai sektor.
Pemerintah sendiri telah menempatkan hidrogen sebagai salah satu bagian dari strategi transisi energi nasional menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang Pengembangan
Meski memiliki potensi besar, pengembangan hidrogen hijau masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah biaya produksi yang masih relatif tinggi dibandingkan bahan bakar konvensional.
Saat ini, harga hidrogen di pasar global masih tergolong mahal karena teknologi produksinya belum sepenuhnya berkembang secara masif. Namun para pelaku industri optimistis bahwa biaya tersebut akan menurun seiring meningkatnya skala produksi dan kemajuan teknologi.
Di sisi lain, pengembangan hidrogen juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri energi terbarukan. Indonesia berpotensi menjadi salah satu produsen hidrogen hijau di kawasan Asia Tenggara apabila mampu memanfaatkan potensi energi terbarukan yang dimiliki secara optimal.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta kolaborasi berbagai pihak, hidrogen hijau diyakini dapat menjadi bagian penting dalam transformasi industri otomotif menuju sistem transportasi rendah emisi.
Ke depan, kombinasi antara kendaraan listrik berbasis baterai dan kendaraan berbasis hidrogen diproyeksikan akan memainkan peran besar dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung target pengurangan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (nid)














