Kanal24, Malang – Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Venezuela menyusul serangan militer yang menimbulkan ketegangan serius di kawasan Amerika Latin. Situasi tersebut dinilai berpotensi memperburuk stabilitas regional dan menciptakan dampak luas terhadap tatanan keamanan global, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap penghormatan prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional.
Pernyataan resmi pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak yang sama untuk menentukan masa depannya tanpa campur tangan pihak luar. Indonesia menilai bahwa penggunaan kekuatan militer dalam menyelesaikan perbedaan politik justru berisiko memperpanjang konflik dan memperdalam krisis kemanusiaan yang berdampak langsung pada masyarakat sipil.
Baca juga:
UB Bahas Penguatan Diplomasi untuk Palestina dalam FGD Khusus
Dalam sikap diplomatiknya, Indonesia mendorong semua pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui dialog damai. Pendekatan diplomasi dinilai sebagai jalan paling konstruktif untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut serta menjaga stabilitas kawasan dan dunia. Indonesia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur hubungan antarnegara.
Keprihatinan Indonesia sejalan dengan sikap konsisten politik luar negeri bebas aktif yang menjunjung tinggi perdamaian dunia. Pemerintah menilai bahwa setiap bentuk tindakan sepihak yang melanggar kedaulatan negara lain dapat menjadi preseden buruk dalam hubungan internasional, sekaligus melemahkan mekanisme multilateral yang selama ini dibangun untuk menjaga perdamaian global.
Reaksi atas perkembangan di Venezuela juga mencuat di dalam negeri. Sejumlah tokoh dan kalangan menilai bahwa konflik tersebut harus disikapi secara hati-hati oleh komunitas internasional, mengingat dampaknya tidak hanya terbatas pada satu negara, tetapi juga dapat memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas. Mereka menekankan bahwa penyelesaian konflik melalui kekuatan militer berpotensi melanggar norma hukum internasional dan mencederai prinsip kemanusiaan.
Di tingkat global, ketegangan di Venezuela memicu beragam respons dari berbagai negara. Sebagian menyuarakan kecaman atas penggunaan kekuatan militer, sementara yang lain menyerukan langkah-langkah diplomatik untuk menurunkan eskalasi. Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di antara negara-negara besar mengenai cara menangani krisis politik dan keamanan internasional.
Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat, termasuk memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak. Pemerintah juga membuka peluang untuk berkontribusi dalam upaya diplomasi internasional guna mendorong penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan.
Melalui sikap ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dunia, penghormatan kedaulatan negara, serta penegakan hukum internasional sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan global. (nid)














