Kanal24, Malang – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 mencatat tonggak sejarah baru dengan capaian yang menempatkan negara ini sebagai salah satu pelaku ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di antara anggota G20. Data resmi menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen secara year-on-year (yoy) sepanjang 2025, dan pada kuartal keempat pertumbuhan mencapai 5,39 persen, angka yang menempatkan Indonesia di posisi tertinggi di antara negara-negara G20 pada periode tersebut. Pernyataan ini disampaikan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G20, dan pertumbuhan tahunan sebesar 5,11 persen juga sangat baik,” ujar Airlangga usai pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perekonomian domestik menunjukkan kinerja positif meskipun tantangan global masih berlangsung.
Baca juga:
Dana Reaktivasi BPJS Fokus Penyakit Kronis
Dorongan dari Konsumsi dan Aktivitas Domestik
Pencapaian ini tidak lepas dari peran konsumsi domestik yang kuat, yang menjadi mesin penggerak utama dari pertumbuhan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh hampir 5 persen, yang mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat dan mobilitas publik sepanjang tahun. Aktivitas di sektor jasa, perdagangan, serta industri manufaktur juga memberikan kontribusi signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menuturkan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 didorong oleh belanja rumah tangga yang kuat serta investasi tetap tumbuh positif, khususnya pada mesin dan peralatan industri.” Pernyataan ini menunjukkan kontribusi nyata dari berbagai sektor dalam menopang ekspansi ekonomi nasional.
Stabilitas Makro dan Neraca Perdagangan
Selain konsumsi, neraca perdagangan Indonesia tetap menunjukkan surplus berkelanjutan selama 68 bulan berturut-turut, sebuah indikator fundamental ekonomi yang sehat. Cadangan devisa juga berada pada level kuat, memberi ruang stabilitas bagi ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Airlangga menggarisbawahi bahwa realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai angka signifikan, sebuah dasar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Dalam pertemuan kabinet, Menteri Airlangga mengatakan, “Momentum ini harus terus kita jaga melalui kebijakan yang adaptif dan memperkuat iklim investasi di dalam negeri.”
Respons Pemerintah Terhadap Tantangan Global
Meskipun capaian pertumbuhan sangat menggembirakan, pemerintah tetap mencatat beberapa risiko eksternal dan internal yang perlu diantisipasi. Beberapa lembaga pemeringkat internasional baru-baru ini menyoroti beberapa hal terkait kebijakan fiskal dan tata kelola yang perlu diperbaiki untuk menjaga kepercayaan investor jangka panjang. Airlangga menyatakan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat untuk mengatasi kekhawatiran tersebut dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto juga pernah menegaskan bahwa Indonesia akan terus fokus pada penciptaan iklim investasi yang kondusif, peningkatan ekspor produk industri nasional, serta pemberdayaan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang. Hal ini menunjukkan arah kebijakan yang sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing bangsa di panggung global.
Para ekonom menyambut baik hasil ini, namun tetap mengingatkan bahwa pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan membutuhkan reformasi struktural di berbagai sektor, termasuk pendidikan, infrastruktur, serta perbaikan efisiensi birokrasi. Sejumlah analis mengatakan bahwa fokus pada kualitas pertumbuhan, bukan hanya jumlahnya, akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mempertahankan momentum positif ini di tahun-tahun mendatang.
Menuju Pertumbuhan yang Lebih Tinggi
Dengan hasil yang kuat pada 2025, pemerintah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat berada dalam kisaran yang lebih tinggi, termasuk dukungan dari peningkatan permintaan domestik serta kebijakan ekonomi yang berfokus pada inovasi dan digitalisasi.
Secara keseluruhan, pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menonjol di antara negara G20 mencerminkan resilien dan dinamika ekonomi nasional yang kuat. Meski tantangan selalu hadir, semangat optimisme pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan yang inklusif menjadi sinyal positif bagi masa depan ekonomi Indonesia. (nid)













