Kanal24 – Lonjakan harga pada Februari 2026 berdampak langsung pada daya beli masyarakat Jawa Timur. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi sebesar 0,95 persen secara bulanan (month to month). Secara tahunan, inflasi tercatat 4,88 persen, menunjukkan tekanan harga yang masih kuat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Ike Rahayu Sri, mengatakan inflasi bulan ini didorong terutama oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
āInflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat 0,95 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras,ā ujarnya dikutip Rabu (3/3/2026).
Kenaikan harga cabai rawit, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah mendominasi pergerakan Indeks Harga Konsumen. Selain itu, emas perhiasan dan tarif angkutan udara turut memberi andil terhadap inflasi bulan ini.
Momentum awal Ramadan meningkatkan permintaan bahan pangan, sementara faktor cuaca dan distribusi memengaruhi pasokan di sejumlah daerah. Seluruh kabupaten/kota yang dipantau mengalami inflasi dengan tingkat yang bervariasi.
Tekanan harga pangan memiliki dampak langsung terhadap rumah tangga berpendapatan rendah karena proporsi belanja makanan lebih besar dalam struktur pengeluaran mereka. Kenaikan harga komoditas strategis berisiko menggerus daya beli dan mempersempit ruang konsumsi non-pangan.
Sebagai salah satu kontributor utama ekonomi nasional, stabilitas harga di Jawa Timur menjadi faktor penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga tetap tumbuh. Inflasi yang tidak terkendali berpotensi menahan laju konsumsi domestik yang selama ini menjadi motor utama perekonomian daerah.
Tekanan inflasi pada awal tahun juga menjadi indikator penting bagi kinerja ekonomi Jawa Timur pada kuartal I 2026. Jika kenaikan harga pangan berlangsung berulang dan tidak diimbangi stabilitas pasokan, daya beli masyarakat dapat melemah dan menahan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Dalam struktur ekonomi Jawa Timur yang masih bertumpu pada konsumsi domestik, stabilitas harga menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap solid di awal tahun.(Din)














