Kanal24, Malang – Memasuki tahun 2026, buku-buku bertema self-improvement kembali menjadi rujukan banyak pembaca yang ingin menata ulang pola pikir, mengelola emosi, serta mencari keseimbangan hidup. Di tengah tekanan sosial, tuntutan produktivitas, dan derasnya arus informasi, buku pengembangan diri kini tidak hanya berfungsi sebagai bacaan motivasi, tetapi juga sebagai panduan reflektif untuk menghadapi tantangan kehidupan modern secara lebih sadar dan terarah.
1. The Let Them Theoryā Mel Robbins

Buku ini mengajak pembaca untuk berhenti menghabiskan energi dalam upaya mengendalikan sikap, keputusan, dan penilaian orang lain. Mel Robbins menekankan pentingnya memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendali diri sendiri. Dengan pendekatan yang lugas dan praktis, buku ini menawarkan cara pandang baru dalam mencapai ketenangan mental melalui penerimaan dan batas personal yang sehat.
2. The Mountain Is Youā Brianna Wiest

Melalui gaya penulisan reflektif, Brianna Wiest menyoroti konflik batin sebagai hambatan utama dalam pertumbuhan pribadi. Trauma, ketakutan, dan kebiasaan merusak diri digambarkan sebagai āgunungā yang perlu dipahami dan dihadapi, bukan dihindari. Buku ini mendorong pembaca untuk membangun kesadaran emosional sebagai fondasi perubahan diri yang berkelanjutan.
3. The Subtle Art of Not Giving a Fck ā Mark Manson

Mark Manson menawarkan pendekatan berbeda dalam dunia self-improvement dengan menolak optimisme berlebihan. Buku ini mendorong pembaca untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan melepaskan dorongan untuk menyenangkan semua orang atau mengejar standar kesuksesan yang tidak realistis. Gaya bahasa yang lugas dan provokatif menjadikan buku ini relevan bagi pembaca generasi modern.
Ketiga buku tersebut menunjukkan bahwa pengembangan diri bukanlah tentang perubahan besar yang instan, melainkan proses memahami diri, menetapkan batas yang sehat, dan menjaga kondisi mental secara konsisten. Di tengah dinamika kehidupan modern, buku self-improvement tetap relevan sebagai sarana refleksi untuk membangun kualitas hidup yang lebih seimbang dan bermakna. (wan)













