Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Kemiskinan Indonesia Masih Tinggi, Jawa Jadi Sorotan Utama

Einid Shandy by Einid Shandy
February 12, 2026
in Ekonomi
0
Kemiskinan Indonesia Masih Tinggi, Jawa Jadi Sorotan Utama

Kemiskinan Indonesia Masih Tinggi, Jawa Jadi Sorotan Utama

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Jumlah penduduk miskin di Indonesia masih menjadi isu krusial dalam pembangunan nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun tren kemiskinan mengalami penurunan, tantangan struktural masih kuat, terutama di wilayah dengan konsentrasi penduduk besar seperti Pulau Jawa. Kondisi ini mendorong pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan yang terintegrasi dengan penguatan sektor ekonomi rakyat, khususnya pertanian dan usaha mikro.

Pada September 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat mencapai 23,36 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya, namun secara absolut masih mencerminkan besarnya kelompok masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Penurunan tersebut tidak serta-merta menggambarkan perbaikan merata, karena distribusi kemiskinan masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Baca juga:
Wamenkes Dorong Penguatan Karantina Cegah Virus Nipah

Jawa Dominasi Jumlah Penduduk Miskin

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi secara nasional. Lebih dari separuh penduduk miskin Indonesia berada di kawasan ini. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk Jawa secara keseluruhan, serta ketimpangan ekonomi antarwilayah di dalam pulau itu sendiri. Provinsi-provinsi dengan kepadatan penduduk tinggi masih menghadapi persoalan akses pekerjaan layak, upah yang belum memadai, serta tingginya biaya hidup.

Meski demikian, tingkat kemiskinan secara persentase di Jawa tidak selalu yang tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain. Beberapa daerah di luar Jawa memiliki persentase kemiskinan lebih besar, namun jumlah absolutnya lebih kecil. Fakta ini menunjukkan bahwa strategi pengentasan kemiskinan perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah, baik dari sisi jumlah penduduk maupun struktur ekonominya.

Beban Hidup Keluarga Miskin

Garis kemiskinan menjadi indikator penting untuk melihat seberapa besar kebutuhan minimum masyarakat. Rata-rata keluarga miskin di Indonesia membutuhkan sekitar Rp3,05 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Angka ini mencakup pengeluaran pangan dan nonpangan, seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan tekanan ekonomi yang cukup berat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan tidak tetap. Kenaikan harga bahan pokok dan biaya layanan dasar berpotensi mendorong rumah tangga rentan kembali jatuh ke dalam kemiskinan. Oleh karena itu, perlindungan sosial dan pengendalian harga menjadi aspek penting dalam menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

Peran Sektor Pertanian dan Pembiayaan Usaha

Dalam upaya menekan angka kemiskinan, sektor pertanian masih memegang peran strategis, terutama bagi masyarakat pedesaan. Pemerintah mendorong penguatan akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar petani dan pelaku usaha kecil. Melalui skema pembiayaan ini, petani dapat memperoleh modal untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari pengadaan benih, pupuk, hingga sarana produksi lainnya.

Pemanfaatan KUR diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan produksi yang lebih stabil dan efisien, sektor pertanian dapat menjadi bantalan ekonomi di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga pangan.

Tantangan dan Arah Kebijakan ke Depan

Meski berbagai program telah dijalankan, pengentasan kemiskinan tetap membutuhkan pendekatan jangka panjang. Tantangan utama meliputi penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pemerataan pembangunan antarwilayah. Tanpa perbaikan struktural, penurunan angka kemiskinan berisiko berjalan lambat dan tidak berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara kebijakan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah menjadi kunci. Perlindungan sosial perlu dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat miskin tidak hanya terbantu secara sementara, tetapi juga mampu mandiri secara berkelanjutan. Dengan langkah yang konsisten dan terarah, penurunan kemiskinan diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan nyata dalam kualitas hidup masyarakat. (nid)

Post Views: 24
Tags: IndonesiaKANAL24kanal24.co.idKeluarga MiskinKemiskinan IndonesiaPenduduk Miskin Indonesiauniversitas brawijaya
Previous Post

Produk Murah Online Dinilai Ancam Pedagang Kecil

Next Post

Indonesia Puncaki Pertumbuhan Ekonomi G20 di 2025

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Indonesia Puncaki Pertumbuhan Ekonomi G20 di 2025

Indonesia Puncaki Pertumbuhan Ekonomi G20 di 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Indonesia Puncaki Pertumbuhan Ekonomi G20 di 2025

Indonesia Puncaki Pertumbuhan Ekonomi G20 di 2025

February 12, 2026
Kemiskinan Indonesia Masih Tinggi, Jawa Jadi Sorotan Utama

Kemiskinan Indonesia Masih Tinggi, Jawa Jadi Sorotan Utama

February 12, 2026
pasar ikan sepi

Produk Murah Online Dinilai Ancam Pedagang Kecil

February 12, 2026
SmartGerdX : Skrining GERD Digital, Bukti Hilirisasi Riset UB

SmartGerdX : Skrining GERD Digital, Bukti Hilirisasi Riset UB

February 11, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025