Kanal24, Malang – Serah terima jabatan kepala Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) digelar sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kepemimpinan akademik sekaligus memperkuat arah pengembangan departemen di tengah dinamika teknologi, riset, dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Momentum ini menjadi penanda komitmen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dalam memastikan tata kelola akademik berjalan progresif dan adaptif.
Acara Serah Terima Jabatan Kepala Departemen Teknologi Industri Pertanian dilaksanakan pada Rabu (07/01/2026), bertempat di Aula Gedung Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika Departemen TIP.
Baca juga:
Membaca Politik dengan Pendekatan Kritis dan Kreatif
Dalam kesempatan tersebut, Prayogi, STP., MTP., PhD, secara resmi diperkenalkan sebagai Kepala Departemen Teknologi Industri Pertanian untuk periode 2025–2028, didampingi oleh Rizki yang diamanahi sebagai Sekretaris Departemen TIP hingga 2028. Keduanya menyampaikan komitmen untuk melanjutkan fondasi akademik yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya.

Melanjutkan Fondasi Akademik Unggul
Prayogi menegaskan bahwa visi kepemimpinannya adalah meneruskan atmosfer akademik yang telah dirintis oleh ketua departemen sebelumnya, yakni Prof. Sriini. Departemen TIP diharapkan tetap menjadi departemen yang unggul, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta pengetahuan, baik di ranah akademik maupun industri.
Menurutnya, profesionalisme dan dampak nyata menjadi dua kata kunci utama dalam pengembangan Departemen TIP ke depan. Tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui kontribusi keilmuan dan inovasi yang berkelanjutan.
Fokus Prioritas Riset dan Publikasi
Dalam waktu dekat, kepemimpinan baru Departemen TIP akan memprioritaskan penguatan riset dan publikasi ilmiah di internal departemen. Prayogi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas riset menjadi fondasi penting untuk menjaga reputasi akademik sekaligus daya saing departemen di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, pengembangan potensi kerja sama dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat juga menjadi agenda strategis. Sinergi lintas sektor dinilai krusial agar riset yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu memberikan manfaat aplikatif.
Strategi Sinergi Internal dan Eksternal
Untuk meningkatkan kualitas akademik dan lulusan, Departemen TIP akan memperkuat konsolidasi internal melalui komunikasi, kolaborasi riset, serta pengembangan keilmuan antar dosen dan peneliti. Sinergi internal ini menjadi modal utama dalam membangun ekosistem akademik yang sehat dan produktif.
Sementara itu, secara eksternal, departemen akan bersikap lebih proaktif dalam membuka ruang kolaborasi dengan mitra di luar kampus. Penyampaian informasi, penjajakan kerja sama, hingga kolaborasi riset lintas institusi menjadi strategi yang terus didorong.
Hilirisasi Inovasi dan Harapan Ke Depan
Prayogi juga menekankan pentingnya hilirisasi riset sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi dengan industri. Implementasi dan aplikasi hasil inovasi dosen serta sivitas akademika TIP akan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik melalui pendanaan mandiri maupun dukungan dari pemerintah, swasta, dan pemerintah daerah.
Menutup pernyataannya, Prayogi menyampaikan harapan agar seluruh sivitas akademika Fakultas Teknologi Pertanian, khususnya Departemen TIP, dapat terus berintegrasi, solid, dan bersemangat. Dengan menjunjung standar nasional dan internasional, Departemen TIP diharapkan mampu mengembangkan keilmuan sekaligus mengakselerasi hilirisasi inovasi dari produk-produk riset yang dihasilkan. (nid/yor)














