Kanal24, Malang – Konektivitas dinilai menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Integrasi antarwilayah, pembangunan infrastruktur transportasi, hingga percepatan digitalisasi disebut sebagai kunci untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus memperluas akses pasar di tingkat regional maupun internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa konektivitas bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. “Konektivitas harus dilihat sebagai ekosistem. Kita tidak hanya membangun jalan atau pelabuhan, tetapi membangun sistem yang memperlancar arus barang, jasa, dan investasi,” ujarnya dalam sebuah forum ekonomi nasional di Jakarta, baru-baru ini.
Ia menyampaikan bahwa penguatan konektivitas menjadi semakin relevan seiring dengan implementasi rencana strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN 2026–2030 yang menekankan integrasi kawasan. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi simpul perdagangan dan investasi di Asia Tenggara apabila mampu memaksimalkan jaringan logistik dan koneksi antarwilayah.
Baca juga:
Target Kemiskinan Nasional di Bawah Lima Persen
Integrasi Regional dan Peluang ASEAN
Dalam konteks regional, Indonesia memandang konektivitas sebagai pintu masuk untuk memperluas ekspor dan meningkatkan kolaborasi antarnegara ASEAN. Integrasi rantai pasok kawasan dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Airlangga menyebutkan bahwa pelaku usaha nasional mulai menunjukkan optimisme terhadap pasar intra-ASEAN. “Kita melihat tren positif ekspansi bisnis ke kawasan ASEAN. Ini harus didukung dengan sistem logistik yang efisien dan regulasi yang adaptif,” katanya.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan bahwa perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator bahwa konektivitas regional memberi dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional.
Infrastruktur Domestik dan Pemerataan Ekonomi
Di dalam negeri, pembangunan infrastruktur menjadi pilar penting dalam memperkuat konektivitas. Pemerintah telah membangun ribuan kilometer jalan nasional dan jalan tol, memperluas jaringan pelabuhan, serta meningkatkan kapasitas bandara di berbagai daerah.
Menurut Airlangga, pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan mempercepat distribusi logistik, tetapi juga mengurangi kesenjangan antarwilayah. “Kita ingin memastikan bahwa daerah-daerah terpencil memiliki akses yang sama terhadap pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Oleh karena itu, penguatan transportasi laut menjadi krusial untuk memastikan kelancaran arus barang antar-pulau. Program tol laut dan modernisasi pelabuhan disebut mampu menekan biaya logistik serta mempercepat waktu distribusi.
Selain transportasi darat dan laut, konektivitas udara juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan investasi. Pengembangan bandara di destinasi prioritas diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Transformasi Digital Percepat Pertumbuhan
Selain infrastruktur fisik, konektivitas digital menjadi komponen yang tak kalah penting. Pemerintah mendorong pemerataan akses internet hingga ke wilayah terpencil melalui pembangunan jaringan serat optik nasional dan penguatan infrastruktur telekomunikasi.
Airlangga menegaskan bahwa ekonomi digital Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan baru. “Transformasi digital memungkinkan UMKM masuk ke pasar yang lebih luas tanpa batas geografis,” katanya.
Pertumbuhan transaksi digital dan adopsi sistem pembayaran elektronik menunjukkan bahwa masyarakat semakin terhubung secara digital. Hal ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pasar.
Ekonom menilai bahwa konektivitas digital juga berkontribusi terhadap efisiensi sektor industri dan jasa. Integrasi sistem berbasis teknologi mampu memangkas biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meski menunjukkan perkembangan signifikan, penguatan konektivitas masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pembiayaan proyek infrastruktur hingga koordinasi lintas sektor. Pemerintah menilai kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan.
“Kita perlu memastikan pembangunan konektivitas berjalan berkelanjutan dan inklusif. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci,” ujar Airlangga.
Dengan strategi yang terintegrasi, konektivitas diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Pemerintah optimistis bahwa pembangunan yang terarah akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan investasi hingga penciptaan lapangan kerja.
“Konektivitas adalah fondasi masa depan ekonomi Indonesia. Jika terbangun dengan baik, ia akan menjadi penggerak utama pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nid)













