KANAL24, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik arah menuju target resistance terdekat, setelah kemarin berakhir di zona merah dengan pelemahan tipis sebesar 0,07 persen ke level 5.075.
Menurut analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, sejauh ini indikator MACD , Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal yang positif, sehingga pergerakanĀ IHSGĀ masih cukup kuat untuk berbalik ke zona hijau.
“Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakanĀ IHSGĀ , sehingga indeks berpeluang menuju level resistance terdekat,” ujar Nafan, di Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Berdasarkan rasio fibonacci, kata Nafan, saat iniĀ IHSGĀ sedang berupaya mempertahan support pertama di level 4.975, sedangkan support kedua 4.865. Sementara itu, target resistance pertama dan kedua berada di posisi 5.172 dan 5.233.
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi rebound pada pergerakanĀ IHSGĀ hari ini bisa dimanfaatkan investor dengan membeli sahamĀ AALI,Ā BNGA,Ā MNCN,Ā SMRAĀ danĀ TLKM.
Namun, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya memperkirakan pergerakanĀ IHSGĀ pada perdagangan hari ini akan tertahan di fase konsolidasi dengan rentang support-resistance di level 4.821-5.123.
“Data suku bunga Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate yang akan dirilis hari ini akan memberikan sentimen terhadap pergerakanĀ IHSG, sedangkan pola gerakĀ IHSGĀ terlihat kembali ke fase konsolidasi wajar,” papar William.
Lebih lanjut dia mengatakan, tekanan terhadapĀ IHSGĀ belum akan berakhir, terlebih lagi capital outflow masih membayangi laju indeks. “Hari iniĀ IHSGĀ berpotensi untuk bergerak terkonsolidasi,” ucap William.
Maka, Indosurya Sekuritas merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan akumulasi pembelian sahamĀ ASRI,Ā LSIP,Ā PWON,Ā ITMG,Ā MYOR,Ā ASII,Ā AALIĀ danĀ KLBF. (sdk)












