Kanal24, Malang – Perahu rakit yang diinisiasi oleh paguyuban keramba Mergosono di aliran sungai Brantas dinilai mengkhawatirkan. Pemerintah Kota Malang (Pemkot) akan turunkan mobil untuk mengantar dan menjemput anak sekolah.
Selama ini jembatan Lembayung yang menghubungkan Mergosono dan Bumiayu itu ditujukan sebagai akses anak sekolah menyeberang mengalami kerusakan. Selama jembatan gantung Lembayung diperbaiki, banyak siswa harus naik perahu rakit untuk berangkat sekolah. Oleh karena itu, Pemkot Malang akan menurunkan armada mobil untuk mengantar dan menjemput sebanyak 125 anak sekolah.
“Kadisdik, BPBD, Kecamatan, akan diminta Satpol menyediakan kendaraan jam berangkat dan jam pulang sekolah,” tegas Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pada (4/10/2023).
Kendaraan akan datang mengantar dan menjemput siswa. Ia menyebut juga akan meminta armada datang pada jam-jam terlambat sebagai antisipasi.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyebutkan bahwa memang cukup banyak siswa yang menyebrang menggunakan perahu rakit. Untuk siswa SD yang menyeberang dari Bumiayu ke Mergosono sebanyak 75 orang. Sementara sebaliknya sekitar 50 orang.
“Dan nanti akan kami bikin per shift. Karena berhadap-hadapan nanti yang turun sesuai kebutuhan, total kendaraan 9 lah,” ujar Suwarjana.
Suwarjana menegaskan bahwa kendaraan itu hanya untuk memfasilitasi siswa saja. Lebih lanjut, pihaknya akan mengirimkan surat peringatan kepada sekolah terkait soal larangan penyebrangan menggunakan perahu rakit.
“Akan kami komunikasikan rakit tidak boleh untuk siswa sekolah, ya (surat) baru kami kirimkan,” ungkapnya. (nid)