Kanal24, Malang – Rumah sakit, sesuai dengan UU No. 44 Tahun 2009, merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Berdasarkan hal tersebut, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanannya demi memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Salah satunya adalah dengan mengintegrasikan layanan RSUB dengan Mobile JKN.
Seperti diketahui, Mobile JKN merupakan aplikasi yang telah diluncurkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang memungkinkan pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk memanfaatkan berbagai fitur terkait pelayanan kesehatan.
Direktur RS UB, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes.(Dinia/Kanal24)
Direktur RSUB, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., menyampaikan bahwa per Agustus 2022, layanan RSUB telah terintegrasi dengan Mobile JKN. Ia menjelaskan bahwa proses bridging tersebut sudah mulai dilakukan sejak April lalu dan pihaknya berharap integrasi dengan Mobile JKN ini dapat meningkatkan pelayanan RSUB kepada masyarakat khususnya bagi pengguna fasilitas JKN-KIS.
“Kita sudah bridging per Agustus kemarin, ya. Alhamdulillah dengan bridging ini maka layanan kesehatan (RSUB) juga dapat diakses melalui mobile JKN secara online, akses online itu bisa memangkas alur layanan menjadi lebih pendek daripada (rumah sakit) yang tidak bridging Mobile JKN ini,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya di RS UB (7/9/2022).
“Kalau ini dengan akses online, kemudian klik daftar begitu ya, check-in, kemudian bisa langsung dilayani disini di nurse station ngga perlu ke admission office lagi.” imbuhnya.
Tangkap Layar Tampilan Menu Mobile JKN (Dinia/Kanal24)
Menurutnya, keputusan untuk mengintegrasi layanan kesehatan RSUB dengan Mobile JKN tidak hanya berasal dari himbauan BPJS.
“Pasien kita itu 85% sampai 90% itu adalah pengguna BPJS, sehingga wajib kita memfasilitasi bridging dengan mobile JKN.” Prof. Sri Andarini menuturkan.
Integrasi layanan RS UB melalui Mobile JKN adalah untuk memfasilitasi masyarakat agar mendapatkan pelayanan lebih cepat. “Jika ditangani dengan cepat meraka mendaftar kesini, otomatis kan nggak lama menunggu, otomatis mereka lebih nyaman, lebih milih yang nggak antri lama.”
Menurut Prof. Sri Andarini faktor eksternal sering menjadi kendala. Kendala tersebut berasal dari ketidakpahaman dari pasien yang menggunakan layanan RSUB melalui Mobile JKN seperti nama pasien yang terdaftar di dua tempat, tidak melakukan check-in meskipun sudah mendaftar, hingga terkait dengan surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Mengatasi hal tersbut RS UB telah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang mekanisme penggunaan layanan RS UB menggunakan Mobile JKN melalui berbagai platform sosial media RS UB dan informasi pada FKTP yang akan memberikan rujukan.
Masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan kesehatan RSUB dengan lebih baik melalui Mobile JKN sedangkan infomasi terkait pelayanan RSUB yang lainnya juga bisa diakses melalui website RSUB, https://rumahsakit.ub.ac.id/. Selain melalui Mobile JKN, pelayanan RSUB juga bisa diakses melalui Halo RSUB, yang bisa diunduh melalui Google Playstore.
Dengan aplikasi Halo RS UB pasien umum bisa mengecek jadwal praktek dokter, fasilitas IGD, rawat inap dan rawat jalan, serta dapat melakukan pendaftaran tanpa harus melalui loket pendaftaran di RS UB.(din)
Hi there to all, for the reason that I am genuinely keen of reading this website’s post to be updated on a regular basis. It carries pleasant stuff.
Awesome! Its genuinely remarkable post, I have got much clear idea regarding from this post
I like the efforts you have put in this, regards for all the great content.
Great information shared.. really enjoyed reading this post thank you author for sharing this post .. appreciated