Kanal24, Malang – Pemerintah resmi menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Maret 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri dan membuka peluang libur panjang hingga tujuh hari berturut-turut bagi masyarakat di .
Informasi mengenai jadwal lengkap cuti bersama Lebaran 2026 juga diberitakan oleh yang merinci susunan tanggal libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Dalam keputusan tersebut, pemerintah menetapkan total 17 hari libur nasional dan delapan hari cuti bersama sepanjang tahun.
Khusus periode Lebaran 2026, rangkaian libur dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026 sebagai cuti bersama Hari Suci Nyepi. Selanjutnya, Kamis, 19 Maret 2026 ditetapkan sebagai libur nasional Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Momentum ini kemudian berlanjut dengan cuti bersama Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.
Adapun libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026. Setelah itu, pemerintah kembali menetapkan cuti bersama pada Senin, 23 Maret 2026 dan Selasa, 24 Maret 2026. Dengan susunan tersebut, masyarakat berpotensi menikmati masa libur sejak 18 hingga 24 Maret 2026 tanpa jeda hari kerja.
Penetapan jadwal yang berdekatan antara Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri menjadikan Maret 2026 sebagai salah satu periode libur terpanjang dalam kalender tahun depan. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, khususnya dalam tradisi mudik Lebaran.
Dalam kebijakan resmi tersebut, pemerintah menyebut penetapan cuti bersama dilakukan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat serta dunia usaha dalam merencanakan kegiatan keagamaan, perjalanan, maupun aktivitas ekonomi. Kepastian jadwal sejak jauh hari diharapkan dapat membantu pengaturan operasional di berbagai sektor.
Dari sisi transportasi, periode libur panjang diperkirakan akan memicu peningkatan pergerakan penumpang pada moda darat, laut, dan udara. Dengan durasi libur yang lebih panjang dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya, distribusi arus mudik berpotensi lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada satu atau dua hari tertentu.
Sementara itu, sektor pariwisata dan perhotelan diproyeksikan turut merasakan dampak positif. Libur panjang memberi ruang bagi masyarakat untuk tidak hanya melakukan perjalanan pulang kampung, tetapi juga merencanakan wisata keluarga. Sejumlah destinasi unggulan diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan selama periode tersebut.
Di sisi lain, dunia usaha dan instansi pelayanan publik perlu melakukan penyesuaian jadwal operasional. Beberapa layanan strategis tetap harus berjalan selama masa libur, sehingga pengaturan sistem kerja bergiliran menjadi langkah yang umum diterapkan.
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini, termasuk dalam pemesanan tiket transportasi dan akomodasi. Perencanaan lebih awal dinilai dapat membantu menghindari lonjakan harga serta kepadatan ekstrem menjelang hari raya.
Secara keseluruhan, kombinasi libur Nyepi dan Idul Fitri pada Maret 2026 menghadirkan momentum libur panjang yang signifikan. Kepastian jadwal ini memberi waktu yang cukup bagi masyarakat untuk menyusun rencana mudik maupun agenda lainnya, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan strategi menghadapi peningkatan aktivitas selama periode Lebaran.













