Kanal24, Malang – Wisuda Universitas Brawijaya (UB) yang digelar pada Minggu (21/12/2025) di Gedung Samantha Krida UB menjadi momen penuh makna bagi Fatimah Az Zahra, M.Biomed. Lulusan Program Magister Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran UB ini berhasil menuntaskan studinya melalui jalur Fast Track, sebuah program percepatan yang menuntut komitmen tinggi dalam membagi waktu dan tanggung jawab akademik.
Fatimah merupakan mahasiswa Fast Track lintas fakultas, di mana ia harus menjalani pendidikan magister sekaligus menjalani tahapan pendidikan profesi dokter (koas). Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu antara dua dunia akademik yang sama-sama menuntut fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental.
āProgram Fast Track ini menuntut kami membagi waktu antara S2 dan koas. Tantangannya cukup besar, tapi alhamdulillah bisa terlewati berkat dukungan teman-teman dan keluarga,ā ungkap Fatimah.
Baca juga:
Perkuat Ekosistem Pendidikan, SMA Taruna Nusantara Kampus Malang Kerja Sama dengan UB
Riset Epilepsi Berbasis Nanoteknologi
Dalam studinya, Fatimah menekuni penelitian di bidang farmakologi, khususnya pengembangan obat epilepsi. Ia mengkaji pemanfaatan teknologi nanoemulsi dengan bahan aktif Rosmarinus officinalis sebagai alternatif terapi epilepsi.
Ia menjelaskan bahwa epilepsi hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis karena belum semua pasien dapat tertangani secara optimal dengan obat-obatan yang ada. Melalui riset tersebut, ia berharap terapi yang dikembangkan bersifat kuratif dan juga preventif.
āHarapannya, obat yang kami kembangkan bisa membantu mencegah terjadinya kejang atau epilepsi, karena saat ini masih banyak terapi yang belum bisa menatalaksana epilepsi secara pasti,ā jelasnya.
Manajemen Waktu dan Keseimbangan Diri
Di tengah padatnya aktivitas akademik, Fatimah menekankan pentingnya manajemen waktu dan penentuan skala prioritas. Menyusun timeline kegiatan menjadi strategi utama agar setiap tanggung jawab dapat dijalani secara seimbang.
Selain itu, ia juga menyadari pentingnya me time untuk menjaga kesehatan mental selama menjalani studi intensif. āKita harus tahu mana yang lebih urgent, dan jangan lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri supaya tidak stres,ā ujarnya.
Motivasi Keluarga sebagai Kekuatan Utama
Di balik capaian akademiknya, terdapat sosok ibu yang menjadi sumber motivasi terbesar Fatimah. Ia menceritakan bahwa ibunya adalah seorang ibu tunggal yang telah berjuang membesarkan dan menafkahi keluarga.
āMotivasi terbesar saya adalah Mama. Saya ingin membanggakan beliau, dan juga ayah saya yang sudah almarhum,ā tutur Fatimah dengan penuh haru.
Baginya, keberhasilan meraih gelar magister ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga wujud bakti kepada orang tua yang telah memberikan dukungan tanpa henti.
Mengabdi untuk Daerah Asal
Ke depan, Fatimah bercita-cita untuk mengabdikan ilmunya kepada masyarakat luas. Sebagai seorang dokter, ia ingin berkontribusi langsung bagi pelayanan kesehatan, khususnya di daerah pelosok. Berasal dari Lampung, ia berencana kembali ke daerah asal untuk mengabdi sebagai dokter sekaligus mengembangkan karier akademiknya.
āSaya ingin kembali ke Lampung, bekerja sebagai dokter dan juga sebagai akademisi. Saya juga tertarik untuk melanjutkan studi ke jenjang S3 atau pendidikan spesialis,ā ungkapnya.
Melalui Wisuda Universitas Brawijaya 2025 ini, Fatimah Az Zahra, M.Biomed menutup satu fase penting dalam perjalanan akademiknya, sekaligus membuka langkah baru untuk berkontribusi bagi dunia kesehatan dan masyarakat Indonesia. (nid/yor)














