Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) menembus peringkat 600 besar dunia dalam indikator lulusan berkemampuan kerja (employability) versi QS World University Rankings (WUR) 2026. UB tercatat berada di posisi ke-567 dunia dan menempati peringkat keenam di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi indikator penting bahwa kualitas lulusan UB semakin mendapat pengakuan di pasar kerja global, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi kebutuhan industri.
Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, menegaskan bahwa indikator employability menjadi salah satu ukuran krusial dalam pemeringkatan QS.
“Indikator employability mengukur kesiapan lulusan memasuki pasar kerja, termasuk relevansi kompetensi, kemampuan adaptasi, serta daya saing di tingkat global,” ujarnya.

Penilaian QS Menggunakan Data Global dan Persepsi Industri
Pemeringkatan QS tidak hanya berbasis data akademik semata, tetapi juga menggabungkan persepsi global dan analisis ilmiah dalam skala besar.
Dalam prosesnya, QS menganalisis lebih dari 16,4 juta publikasi akademik serta menghimpun persepsi dari lebih dari 151.000 akademisi dan 100.000 pemberi kerja internasional. Pendekatan ini menjadikan hasil pemeringkatan memiliki legitimasi kuat dalam memotret posisi perguruan tinggi secara global.
Hendrix menjelaskan, sistem penilaian QS menggunakan pendekatan berlapis, mulai dari lensa sebagai tema besar, indikator spesifik, hingga metrik teknis.
“Pendekatan ini memberikan gambaran komprehensif karena tidak hanya melihat satu aspek, tetapi keseluruhan performa institusi dari berbagai sudut pandang,” jelasnya.
Artinya, posisi UB dalam indikator employability bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari ekosistem pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.
Strategi UB: Kurikulum, Industri, dan Jejaring Global
Di balik capaian ini, UB mendorong sejumlah strategi kunci, mulai dari penguatan kurikulum berbasis industri hingga perluasan jejaring internasional.
Program magang, pertukaran pelajar, serta kolaborasi global menjadi bagian dari upaya memastikan lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika dunia kerja.
Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) UB, Karuniawan Puji Wicaksono, menekankan bahwa ukuran keberhasilan perguruan tinggi salah satunya terletak pada kecepatan lulusan terserap di dunia kerja.
“Universitas yang baik adalah yang lulusannya cepat mendapatkan pekerjaan,” tegasnya.
Selain itu, UB juga mengandalkan kekuatan jejaring alumni yang kini tersebar di berbagai sektor strategis, baik di dalam maupun luar negeri.
“Alumni kita sudah banyak yang menjadi pejabat publik, politisi, pengusaha, hingga profesional global. Program prioritas saat ini adalah memperkuat engagement dengan alumni di level internasional untuk meningkatkan reputation dan employability,” ujarnya.
Arah Strategis Perguruan Tinggi
Bagi UB, capaian ini bukan sekadar posisi dalam pemeringkatan, tetapi menjadi alat evaluasi untuk membaca kekuatan sekaligus celah yang perlu diperbaiki.
Pemeringkatan QS memberikan gambaran posisi relatif UB dibandingkan perguruan tinggi lain di dunia, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan ke depan.
Di sisi lain, data ini juga menjadi referensi penting bagi calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi dengan prospek karier yang jelas dan terukur.
Masuknya UB dalam 600 besar dunia pada indikator employability menunjukkan satu hal: persaingan perguruan tinggi kini tidak lagi berada pada level nasional.
Yang dipertarungkan bukan hanya kualitas akademik, tetapi juga kemampuan mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan global.
Dengan posisi ke-6 nasional di antara PTNBH, UB menempatkan diri sebagai salah satu institusi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menyiapkan lulusannya untuk langsung masuk dan bersaing di dunia kerja.(Din)













