Kanal24, Malang – Mahasiswa Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) memamerkan karya mereka dalam ajang Artofest yang digelar di Malang Town Square (Matos) mulai 22 hingga 28 Juli 2024. Pameran ini mengusung konsep unik yang menggabungkan seni dan permainan, memberikan platform bagi seniman, desainer, komunitas, dan studio untuk menampilkan karya-karya mereka yang berhubungan dengan mainan dan seni rupa.
Ketua Tim Mahasiswa Desain Grafis UB, Jihan Rohadatul Aisy, menjelaskan tentang partisipasi mereka dalam pameran ini. “Kami, mahasiswa Desain Grafis UB Angkatan 2021, ikut serta dalam festival ini karena tema yang diangkat berkaitan dengan kesenian dan permainan. Kami meluncurkan satu kardus dan tiga board game. Keempat karya ini sudah kami kembangkan sejak semester 4 dan telah melalui beberapa tahap uji coba dengan teman-teman komunitas dan sesama mahasiswa,” tutur Jihan (23/7/2024).
Jihan melanjutkan, “Proses pengembangan karya ini memakan waktu tiga semester, yaitu semester 4, 5, dan 6. Tantangan terbesar adalah waktu, karena sebelumnya kami juga berpartisipasi dalam event di MCC yang berlangsung hingga 21 Juli. Jadi, kami harus mengejar waktu untuk mempersiapkan pameran di Artofest yang dimulai keesokan harinya.”
Pada Pameran Artofest ini, mahasiswa Desain Grafis FV UB menampilkan empat karya utama. Karya pertama adalah Crystara, sebuah board game yang mengangkat karakter-karakter dari budaya Nusantara. Ilustrasi yang digunakan diambil dari kebudayaan lokal dan dilengkapi dengan teknologi Augmented Reality (AR).

Selanjutnya, Sambel Holic adalah permainan yang mengajarkan cara membuat sambal khas Nusantara. Kartu-kartu dalam permainan ini merepresentasikan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sambal, dengan ilustrasi yang menarik dari makanan-makanan Nusantara.
Karya ketiga, Kajoe Tangan Adventure, menampilkan spot-spot terkenal di kawasan Kayu Tangan, Malang. Menggunakan teknologi AR, pemain dapat merasakan pengalaman seolah-olah berada langsung di Kayu Tangan.
Terakhir, Battle Royale Nusantara, adalah permainan dengan konsep Battle Royale yang menggunakan karakter-karakter pahlawan dari Nusantara. Permainan ini juga memanfaatkan teknologi AR untuk meningkatkan pengalaman bermain.
Jihan berharap melalui partisipasi mereka di Artofest, semakin banyak kegiatan serupa yang diadakan di masa mendatang dan mendapat dukungan lebih besar. “Bidang desain grafis tidak hanya berfokus pada seni visual, tapi juga bisa beralih ke permainan board game. Kami berharap acara seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak didukung, karena pasti ada generasi berikutnya yang memiliki minat yang sama,” tambahnya.
Artofest merupakan bagian dari rangkaian acara Mallartown, event seni di Malang Town Square, yang bertujuan memberikan wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan karya seni rupa mereka dan memamerkannya kepada publik. Festival ini diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang dinanti-nantikan oleh komunitas seni dan masyarakat luas.(din/una)