Kanal24, Malang – Upaya pelestarian budaya sekaligus ruang apresiasi terhadap proses akademik mahasiswa diwujudkan melalui sebuah pameran seni yang menampilkan kekayaan visual Jawa Timur dalam medium batik tulis. Pameran ini digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus perayaan atas proses pembelajaran mata kuliah Kreasi Motif Batik Jawa Timur, yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga orisinalitas gagasan dan kedalaman makna budaya.
Pameran bertajuk āPameran Kreasi Batik Jawa Timur #2ā ini diselenggarakan oleh mahasiswa Seni Rupa Murni angkatan 2022 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Galeri SAC, Gedung FIB A, Universitas Brawijaya, dan terbuka untuk seluruh civitas akademika serta masyarakat umum.
Baca juga:
Senat Fapet UGM Kunjungi UB, Perkuat Jejaring Akademik

Apresiasi Proses Belajar Mahasiswa
Divisi Humas panitia pameran, Dzikrillah Ummat, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap proses pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah Kreasi Motif Batik Jawa Timur.
āPameran ini sebetulnya merupakan salah satu bentuk apresiasi dari mata kuliah kreasi motif batik Jawa Timur. Urgensinya, kami dari angkatan 2022 ingin menampilkan hasil proses belajar kami dalam membatik, khususnya batik tulis,ā ujarnya.
Ia menambahkan, āKarya-karya yang ditampilkan sangat melekat dengan visual Jawa Timur, dan seluruh motif yang dipamerkan merupakan orisinalitas karya mahasiswa Seni Rupa Murni angkatan 2022.ā
Puluhan Karya Orisinal Bermuatan Lokal
Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati lebih dari 80 karya batik tulis, dengan total sekitar 83 karya yang dipamerkan. Seluruh karya dihasilkan melalui teknik batik tulis dengan ragam motif yang merepresentasikan identitas visual Jawa Timur.
āTotal karya yang kami tampilkan ada sekitar 83 karya batik tulis. Seniman yang terlibat utama adalah mahasiswa Seni Rupa Murni angkatan 2022, dengan pendampingan dosen pengampu mata kuliah,ā kata Dzikrillah.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian karya dikomersialkan. āBeberapa karya, khususnya dari tugas UTS dan UAS, kami komersialkan. Untuk karya tugas terstruktur juga bisa diperjualbelikan dengan komunikasi lebih lanjut terkait harga atau negosiasi dengan pembeli,ā tambahnya.
Batik Tulis dan Nilai Budaya
Lebih lanjut, Dzikrillah menekankan pentingnya nilai batik tulis dibandingkan teknik cetak modern.
āKami ingin menunjukkan bahwa batik memiliki value yang lebih berbobot dibandingkan teknik printing atau cetak, karena proses batik tulis itu panjang dan tradisional,ā tuturnya.
Menurutnya, pengenalan nilai ini penting bagi civitas akademika secara luas. āBatik adalah warisan budaya yang diakui UNESCO. Harapan kami, pameran ini bisa mengenalkan bahwa mahasiswa mampu menciptakan karya batik yang luar biasa dan merepresentasikan visualitas Jawa Timur,ā jelasnya.
Antusiasme dan Apresiasi Pengunjung
Antusiasme juga datang dari pengunjung pameran. Michelle Louisa, mahasiswa Program Studi Sastra Cina angkatan 2018, mengaku terkesan dengan karya-karya yang ditampilkan.
āJujur saya baru tahu ada pameran ini, tapi saya langsung suka karena karya-karyanya benar-benar menjelaskan budaya kita dan semuanya original dari kakak-kakak angkatan 2022,ā ungkapnya.

Ia menambahkan, āDari katalog yang ada, makna-maknanya juga bagus. Misalnya karya di bagian belakang itu, langsung kelihatan kalau merepresentasikan Surabaya karena ada visual Patung Sura dan Baya.ā
Michelle berharap pameran serupa dapat lebih sering digelar. āMenurut saya pameran seperti ini penting karena selain indah, juga memberi pengetahuan baru tentang budaya kepada pengunjung,ā katanya.
Melalui Pameran Kreasi Batik Jawa Timur #2, mahasiswa Seni Rupa Murni FIB Universitas Brawijaya tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga menghadirkan narasi budaya, nilai akademik, serta komitmen generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan batik Jawa Timur agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. (nid/dht)














