Kanal24, Malang – Upaya mahasiswa Teknik Industri Universitas Brawijaya dalam membantu menyelesaikan permasalahan nyata di sektor UMKM kembali terlihat melalui rangkaian proyek perancangan yang ditampilkan tahun ini. Dua kelompok mahasiswa menyoroti isu-isu krusial, mulai dari penanganan limbah di kafe hingga peningkatan efisiensi peralatan produksi di UMKM pangan. Keduanya memamerkan inovasinya dalama acara Expo 2025 Proyek Perancangan Semester Ganjil 2025/2026 āBlueprint in Action: Where Fixing Meets Innovationā di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) pada Selasa (25/11/2025).
Berbekal riset lapangan dan pendekatan teknik industri, para mahasiswa menghadirkan prototype solusi yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional mitra. Kegiatan ini menjadi cerminan nyata sinergi antara akademisi dan pelaku usaha mikro. Inovasi yang ditampilkan juga menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pada konteks industri sebenarnya.
Baca juga:
Festival Sastra Kota Malang Ungkap Dinamika Urban Kota Malang
Solusi Limbah Berkelanjutan untuk Kafe Mahboen

Kelompok 1 yang dimotori Dwi Putri Inayah bermitra dengan CafĆ© Mahboen Arjosari untuk menangani persoalan limbah yang menumpuk setiap hari. āCafe Mahboen memiliki produksi limbah harian yang cukup banyak, namun belum memiliki kemampuan untuk mengolah limbah sendiri,ā ujar Dwi. Ia menjelaskan bahwa pihak kafe sering menggunakan layanan pihak ketiga, sehingga biaya pengelolaan limbah menjadi semakin tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, kelompoknya merancang workstation pengolahan limbah yang mampu menangani tiga jenis sampah, yaitu cup plastik, cup kertas, dan daun kering dari area outdoor. āKami memberikan usulan perbaikan berupa workstation pengolahan limbah agar limbah tersebut bisa menjadi value tambahan bagi kafe,ā tambahnya.
Dwi menjelaskan bahwa workstation yang mereka rancang terdiri dari proses pencacahan, pencucian, dan pencetakan. āUntuk tahap pertama kami menggunakan mesin pencacah berbahan stainless 304 agar aman dan tahan lama,ā ungkapnya. Limbah plastik dicuci terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke tahap pencetakan, sementara limbah kertas dan daun kering dapat langsung masuk ke proses pencetakan briket. Ia menambahkan bahwa hasil akhirnya berupa produk briket yang dapat dimanfaatkan kembali oleh kafe. āHarapannya prototype ini dapat mengurangi limbah yang tidak terpakai sekaligus memberikan nilai tambah bagi kafe,ā tuturnya.
Kelompok 1 juga mempertimbangkan aspek operasional dengan melibatkan pekerja kafe dalam proses pengolahan limbah. āAda banyak pekerja yang terkadang idle, sehingga pengolahan limbah ini bisa dikerjakan di sela-sela waktu mereka,ā kata Dwi. Menurutnya, desain workstation dibuat agar mudah dioperasikan oleh barista maupun helper tanpa mengganggu alur kerja utama. Selain mengurangi biaya pengelolaan, inovasi ini juga mendorong kafe untuk mengembangkan budaya kerja berkelanjutan. āKami berharap implementasinya sesuai rancangan sehingga kafe dapat merasakan manfaat finansial dan lingkungan,ā tambahnya.
Otomatisasi Workstation untuk UMKM Keripik Pisang

Dari kelompok lain, Mohamad Randi Hakim dari Kelompok 17 menggandeng UMKM Keripik Pisang Putri Tasik untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. āKami melihat pemilik UMKM sudah memiliki keluhan di tulang punggung akibat penggunaan alat yang masih manual,ā jelas Randi. Berdasarkan kondisi tersebut, kelompoknya merancang sistem otomatisasi untuk alat pengirisan agar prosesnya lebih ergonomis dan mudah dilakukan. Ia menerangkan bahwa sebelumnya pemilik UMKM masih harus memasang dan mengoperasikan alat secara manual sehingga meningkatkan risiko cedera. āKami mencoba memberikan solusi otomatisasi agar beban fisik berkurang dan hasil produksi lebih optimal,ā ujarnya.
Prototype yang dikembangkan kelompok 17 menggunakan mekanisme maju-mundur yang digerakkan oleh gaya gravitasi. āAlat ini tidak hanya untuk pisang, tetapi juga bisa digunakan untuk mengiris daging atau buah lainnya,ā kata Randi. Sistem otomatisasi membuat penggunaan energi lebih efisien dibandingkan alat manual. Ia juga menuturkan bahwa hasil irisan menjadi lebih konsisten sehingga meningkatkan kualitas mutu produk. āHarapannya prototype ini bisa membantu ibu pemilik UMKM untuk berkembang karena kualitas produknya sudah bagus, hanya fasilitasnya saja yang perlu ditingkatkan,ā tambahnya.
Harapan dan Dampak bagi Mitra UMKM
Kedua inovasi tersebut lahir dari analisis kebutuhan lapangan serta upaya mahasiswa menerapkan disiplin ilmu teknik industri secara nyata. Para mahasiswa berharap prototype yang mereka kembangkan benar-benar dapat diimplementasikan oleh mitra masing-masing. Inovasi workstation pengolahan limbah dinilai dapat mengurangi biaya sekaligus meningkatkan citra kafe yang ramah lingkungan. Sementara itu, mesin otomatis pengiris pisang diproyeksikan memberi kenyamanan kerja dan meningkatkan kapasitas produksi UMKM Putri Tasik. Dengan hadirnya karya-karya ini, mahasiswa berperan aktif dalam mendukung daya saing UMKM dan memperkuat dampak sosial dari ilmu yang mereka pelajari. (nid/tia)














