Kanal24, Malang — Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut, pelaku usaha mikro di sektor layanan kesehatan dituntut untuk beradaptasi dengan tata kelola modern dan legalitas usaha yang kuat. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap Praktik Dokter Gigi Family Dental Care (FDC), sebuah UMKM layanan kesehatan gigi di Kota Malang.
Program ini berfokus pada penguatan aspek manajerial, pendampingan pengurusan legalitas praktik, serta transformasi digital untuk meningkatkan mutu layanan dan memperluas jangkauan pasien di kawasan Soekarno Hatta – Karangploso.
Relokasi dan Penguatan Tata Kelola
Family Dental Care merupakan praktik dokter gigi milik Bagus Yudha Fitrianto, yang sebelumnya telah membuka praktik mandiri di Kabupaten Malang. Setelah berhenti beroperasi pada Mei 2025, FDC kini direlokasi ke wilayah Lowokwaru, tepatnya di Perumahan Dwiga Regency, Jl. Terusan Soekarno Hatta Barat, Kota Malang.
Melalui program pendampingan mahasiswa Pascasarjana UM, FDC mendapatkan dukungan intensif dalam penyusunan strategi manajemen usaha, optimalisasi sistem pelayanan pasien, dan pendampingan administratif agar operasional klinik sesuai dengan ketentuan hukum kesehatan.
“Pendampingan ini membantu kami memahami langkah-langkah administratif dan strategi bisnis yang tepat agar klinik bisa beroperasi secara legal dan efisien,” ujar Bagus Yudha Fitrianto, pemilik Family Dental Care dalam keterangan tang diterima Kanal24 (28/10/2025).

Pendampingan Legalitas dan Transformasi Digital
Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari observasi operasional klinik, penyusunan dokumen legalitas, hingga pelatihan manajemen dasar dan strategi pemasaran digital. Mahasiswa turut membantu penyusunan berkas izin operasional serta koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang.
“Kami melakukan analisis kebutuhan operasional dan membantu perbaikan sistem pemasaran digital agar FDC lebih mudah diakses oleh masyarakat sekitar,” tutur Intan Umull, salah satu mahasiswa peserta.
Mahasiswa lainnya, Dina Maria, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan teori manajemen strategis di lapangan. “Pendampingan ini memberikan pengalaman langsung bagi kami untuk menerapkan teori manajemen strategis, sekaligus membantu pelaku UMKM sektor kesehatan agar lebih tertata dan berdaya saing,” ujarnya.

Sinergi Akademik dan Dunia Usaha
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., dan Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt, M.Si., M.Bus., dosen Pascasarjana Manajemen UM.
“Mahasiswa belajar langsung mengidentifikasi persoalan manajerial di lapangan dan membantu mencari solusinya. Inilah bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan UMKM, termasuk di sektor layanan kesehatan,” ujar Prof. Agung.
Senada, Dr. Agus Hermawan menilai kegiatan ini sebagai model kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademik dan dunia usaha. “Kami mendorong agar kegiatan semacam ini terus dilakukan karena memberikan manfaat ganda: mahasiswa memperoleh pengalaman praktis, dan UMKM memperoleh insight manajerial yang profesional,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pelaku UMKM, kegiatan pendampingan ini diharapkan memperkuat posisi Family Dental Care sebagai klinik gigi mandiri yang legal, profesional, dan berorientasi pada pelayanan berkualitas. Program ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia usaha yang memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.(Din)














