Kanal24, Malang – “Peningkatan Internasionalisasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Vokasi Menuju Generasi Berdaya Saing Global” menjadi topik utama yang dipaparkan Dimas Harris Sean Keefe, Ph.D, diaspora Indonesia yang telah lebih dari 10 tahun berkarier di Korea Selatan. Melalui Kuliah Tamu bertajuk “Peningkatan Internasionalisasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Vokasi Menuju Generasi Berdaya Saing Global” yang digelar Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB). Digelar di Gedung Samantha Krida, Kamis (28/8/2025), ia menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri sejak awal untuk menjadi Global Citizen.
Menjadi Bagian dari Warga Dunia
Dalam paparannya, Dimas menekankan pentingnya mahasiswa Indonesia, khususnya dari Fakultas Vokasi, untuk memiliki mentalitas sebagai Global Citizen. Ia mencontohkan Korea Selatan, terutama kota Busan, yang sudah mengusung tagline “Global Local” sebagai arah pengembangan pendidikan dan masyarakat.
Baca juga:
PRIMA: Terobosan AI untuk Diagnostik Medis Presisi

“Mahasiswa harus siap menjadi warga dunia. Bukan hanya belajar untuk kampus, tapi bagaimana kita sebagai anak muda Indonesia bisa eksis secara global,” ujar Dimas.
Bahasa, Adaptasi, dan Keaktifan
Dimas mengingatkan bahwa penguasaan bahasa asing memang penting, tetapi bukan satu-satunya kunci sukses. Menurutnya, kemampuan survival skill, adaptasi, dan keberanian untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan justru lebih menentukan keberhasilan saat berada di luar negeri.
“Kalau di luar negeri, orang tidak akan memaksa kita ikut kegiatan. Kalau kita pasif, ya kita akan tertinggal. Karena itu, selain bahasa, kemampuan adaptasi dan mental untuk survive jauh lebih penting,” jelasnya.
Tantangan Mental dan Budaya
Selain persoalan akademik, mahasiswa Indonesia juga kerap menghadapi tantangan mental seperti rasa minder, kerinduan pada keluarga, hingga kesulitan menghadapi iklim yang berbeda. Dimas menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi faktor krusial untuk bisa bertahan dan berkembang di negara orang.
“Anak Indonesia sebenarnya tidak kalah hebat dengan mahasiswa dari negara lain. Hanya saja, rasa percaya diri dan keberanian untuk beradaptasi perlu terus diasah,” tuturnya.

Baca juga:
Vokasi UB Tanpa Intimidasi, Dorong Mahasiswa Berprestasi
Harapan untuk Mahasiswa Baru
Sebagai mahasiswa baru, para peserta kuliah tamu dinilai memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri sejak dini. Dimas berharap mereka bisa melampaui generasi sebelumnya dalam meraih kesempatan internasional.
“Semoga dari awal ini, teman-teman sudah bisa menata langkah. Kami yang dulu merintis jalannya, kalian diharapkan bisa mengharumkan nama Indonesia di manapun berada,” pungkasnya. (nid/tia)