Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Malang Menuju Kota Metropolitan: Menata Wisata, Menyelesaikan Masalah Kota

Dinia by Dinia
January 20, 2026
in Regional
0
Pertumbuhan Ekonomi 2024 Stagnan, Target 8% Mustahil?

Lalu lintas di Kayu Tangan Malang (*)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di balik geliat wisata berbasis identitas lokal, Kota Malang sedang menyiapkan lompatan besar dalam arah pembangunan. Pemerintah kota tidak lagi melihat Malang sekadar sebagai kota besar, melainkan sebagai kawasan dengan kompleksitas khas kota metropolitan—sebuah pendekatan yang dinilai krusial untuk menjawab tantangan kepadatan, mobilitas, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menilai bahwa pendekatan pembangunan Kota Malang selama ini kerap tidak sebanding dengan realitas di lapangan. Secara administratif, Malang memang berstatus kota. Namun secara faktual, dinamika penduduknya melampaui batas-batas itu.

Jumlah penduduk Kota Malang mendekati 900 ribu jiwa. Di saat yang sama, arus keluar-masuk mahasiswa mencapai sekitar 800 ribu orang. Belum termasuk pekerja yang tinggal di Kabupaten Malang maupun Kota Batu, tetapi beraktivitas setiap hari di Kota Malang. Artinya, aktivitas harian kota ini ditopang oleh lebih dari satu juta orang.

Kondisi tersebut membuat Malang tidak bisa ditangani dengan konsep kota besar biasa. “Kalau Kota Malang ditangani dengan konsep kota besar, permasalahannya akan timbul terus. Harusnya konsep metropolitan,” ujar Wahyu.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM (Puguh/Kanal24)

Mengubah Cara Pandang: Dari Kota Besar ke Kawasan Metropolitan

Menurut Wahyu, perbedaan konsep pembangunan bukan sekadar istilah, melainkan menentukan cara menyelesaikan masalah. Kota besar cenderung ditangani secara sektoral dan parsial. Sementara kawasan metropolitan menuntut pendekatan yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan lintas wilayah.

Dalam konsep metropolitan, perencanaan tidak hanya berfokus pada pusat kota, tetapi juga keterkaitan dengan daerah penyangga. Mobilitas penduduk, tata ruang, infrastruktur, hingga layanan publik dilihat sebagai satu sistem yang saling terhubung.

Pendekatan ini, kata Wahyu, telah ia sampaikan dalam berbagai forum, termasuk kepada kementerian. Hasilnya, Kota Malang kini diusulkan dan ditetapkan untuk dikembangkan dengan pendekatan kawasan metropolitan.

Perubahan cara pandang ini berdampak langsung pada skema dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Jika diperlakukan sebagai kota besar, alokasi anggaran relatif terbatas. Namun sebagai kawasan metropolitan, kompleksitas persoalan Malang diakui lebih tinggi, sehingga dukungan anggaran pun menyesuaikan.

“Kalau metropolitan, mau tidak mau anggarannya juga lebih besar karena permasalahannya memang lebih kompleks,” jelasnya.

Penataan Kota, Wisata Urban, dan Masalah Klasik

Salah satu persoalan klasik Kota Malang adalah banjir. Dalam konsep metropolitan, penanganan banjir tidak lagi dilakukan secara tambal sulam, melainkan melalui perencanaan kawasan yang terintegrasi.

Wahyu menyebut, melalui pendekatan ini, Kota Malang mendapatkan dukungan signifikan dari Kementerian Pekerjaan Umum, salah satunya untuk pengendalian banjir. Upaya ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menciptakan kenyamanan kota—termasuk bagi kawasan wisata dan ruang publik.

Contoh konkret terlihat pada kawasan Soekarno-Hatta. Kawasan ini dikenal sebagai ruang hidup mahasiswa dan anak muda. Namun tanpa penataan yang tepat, banjir dan kepadatan justru menurunkan kualitas ruang tersebut.

“Kalau tidak kita tata, kapan mau ditata? Masa mau begitu terus?” kata Wahyu.

Penataan kawasan tidak dimaksudkan untuk menghilangkan karakter yang sudah ada, melainkan memperbaikinya agar lebih aman dan nyaman. Dalam konteks pariwisata, kawasan urban yang tertata menjadi bagian dari daya tarik kota—wisata yang tidak hanya berbasis destinasi, tetapi juga pengalaman hidup di dalamnya.

Ruang Milenial, Proses, dan Kepercayaan Publik

Wahyu menyadari bahwa setiap penataan kota selalu memunculkan dinamika, terutama di kalangan anak muda. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak berniat menggeser zona nyaman generasi milenial.

Sebaliknya, penataan dilakukan dengan memahami pola hidup mereka.

“Saya juga pernah muda. Saya tahu keinginan anak-anak muda,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkot Malang menggandeng perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya, dalam melakukan survei dan kajian kebutuhan kawasan milenial. Masukan akademik menjadi dasar dalam merancang ruang kota yang lebih adaptif dan relevan.

Kepercayaan publik, menurut Wahyu, dibangun melalui proses dan hasil nyata. Ketika kawasan yang ditata menjadi lebih nyaman dan fungsional, resistensi akan berubah menjadi dukungan.

Transformasi ini mulai disiapkan secara lebih matang pada 2026, seiring dengan kebijakan dan perencanaan kota yang sepenuhnya berjalan sesuai visi kepemimpinan saat ini.

Dengan konsep metropolitan, Malang tidak hanya ingin menyelesaikan masalah kota, tetapi juga membuka ruang baru bagi wisata urban yang lebih tertata, inklusif, dan berkelanjutan.

Bagi Malang, masa depan wisata tidak bisa dilepaskan dari cara kota ini dikelola. Dan langkah menuju metropolitan menjadi fondasi penting untuk memastikan wisata tumbuh seiring dengan kualitas hidup warganya.(Din)

Post Views: 30
Tags: kebijakan pembangunan daerahkota malang metropolitankualitas hidup wargamobilitas perkotaanPariwisata Berkelanjutanpembangunan kawasan metropolitanpenataan kota berkelanjutanruang publik perkotaantata kota Malangwisata urban Malang
Previous Post

Relawan USM dan UMK Salurkan Logistik Warga Terdampak Banjir Kudus

Next Post

UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

Dinia

Dinia

Next Post
UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

January 20, 2026
Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

January 20, 2026
Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

January 20, 2026
UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

January 20, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025