Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Membaca Politik dengan Pendekatan Kritis dan Kreatif

Einid Shandy by Einid Shandy
December 31, 2025
in Pendidikan, Politik
0
Membaca Politik dengan Pendekatan Kritis dan Kreatif

Wawan Sobari, S.IP., MA., PhD, Dosen Ilmu Politik FISIP UB (Puguh/Kanal24)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di tengah kompleksitas persoalan politik nasional dan tantangan multidimensional yang dihadapi Indonesia, kampus kembali menegaskan perannya sebagai ruang intelektual yang menawarkan cara pandang alternatif atas praktik kekuasaan. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik Catatan Politik Akhir Tahun 2025 bertajuk “Membaca dan mengkritisi dinamika politik nasional dalam satu tahun kepemimpinan Prabowo–Gibran” yang diselenggarakan oleh Himpunan Ilmu Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Brawijaya. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (23/12/2025), bertempat di Gedung C 7.2 FISIP UB.

Salah satu pemateri dalam forum tersebut adalah Wawan Sobari, S.IP., MA., PhD, Dosen Ilmu Politik FISIP UB, yang memaparkan gagasan tentang critical creative politics atau politik kritis-kreatif sebagai pendekatan dalam membaca dan merespons problem publik.

Baca juga:
16 HAKTP Syrene Exhibition BEM FISIP UB Tekankan Urgensi Isu Kekerasan

Politik sebagai Solusi, Bukan Sekadar Kekuasaan

Wawan Sobari menjelaskan bahwa politik kritis-kreatif merupakan cara pandang yang tidak menempatkan kekuasaan semata-mata sebagai manuver atau perebutan posisi. Sebaliknya, praktik kekuasaan harus dipahami sebagai sarana untuk menghadirkan solusi atas persoalan publik.

“Critical creative politik itu melihat praktik kekuasaan sebagai solusi terhadap problem yang dihadapi publik. Cara kerjanya sederhana, pertama melihat problem politik dan problem publik secara kritis sampai ke akar masalahnya,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan kritis diperlukan agar analisis politik tidak berhenti pada gejala permukaan, tetapi mampu mengidentifikasi sumber persoalan yang sesungguhnya, termasuk faktor ekonomi dan kepentingan politik yang kerap tersembunyi di balik kebijakan.

Dari Akar Masalah Menuju Solusi Kreatif

Setelah akar masalah terpetakan secara jelas, tahap berikutnya adalah menghadirkan solusi kreatif. Di sinilah imajinasi politik dan imajinasi demokrasi memainkan peran penting untuk melahirkan terobosan baru yang lebih efektif dan efisien dibandingkan solusi sebelumnya.

“Kata kuncinya adalah kreativitas. Masalah tidak selalu dilihat sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang fundamental dan menyelesaikan persoalan dari akarnya,” ujar Wawan.

Ia menekankan bahwa solusi kreatif harus bersifat baru, tidak repetitif, serta mampu menjawab tantangan publik secara berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam kebijakan jangka pendek.

Baca juga : FISIP UB Membaca Setahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Deforestasi dan Bencana: Kritik Ekonomi Politik

Sebagai contoh konkret, Wawan menyoroti kasus bencana di Pulau Sumatera yang menurutnya bukan fenomena baru. Ia merujuk pada perubahan peta hutan sejak tahun 1990 hingga 2025 yang menunjukkan deforestasi masif akibat pertambangan, hutan industri, pemukiman, hingga ekspansi perkebunan sawit.

“Akar masalahnya jelas, ada kepentingan ekonomi dan kepentingan politik dalam pengambilan keputusan konsesi hutan. Inilah problem ekonomi politik yang harus dibaca secara kritis,” tegasnya.

Menurut Wawan, penggundulan hutan yang tidak terkendali berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana. Karena itu, negara harus hadir dengan ketegasan dan tidak boleh kalah oleh kepentingan jangka pendek. Pemerintah, katanya, tidak boleh gagal dalam menjaga kelestarian lingkungan karena dampaknya bukan hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Kampus sebagai Laboratorium Solusi Publik

Dalam penutup pemaparannya, Wawan menegaskan posisi kampus yang tidak harus selalu menjadi oposisi, tetapi juga tidak menjadi pengekor kekuasaan. Kampus, menurutnya, harus siap menjadi laboratorium penyelesaian masalah publik.

“Kampus harus hadir dengan solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, budaya, sampai teknologi. Di situlah marwah kampus sebagai agen perubahan, inovasi, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

Melalui gagasan politik kritis-kreatif yang disampaikan dalam diskusi ini, FISIP UB kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong tradisi berpikir kritis dan solutif, sekaligus menguatkan peran akademisi dalam merespons tantangan politik dan kebijakan publik secara lebih bermakna dan berkelanjutan. (nid/tia)

Post Views: 81
Tags: Catatan Politik Akhir Tahun 2025diskusi publikFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBfisip ubKANAL24kanal24.co.idkepemimpinan nasionalKepemimpinan Prabowo-GibranPolitikPrabowo-GibranSetahun Prabowo-Gibranuniversitas brawijaya
Previous Post

BPN : Indonesia Stop Impor Beras Industri 2026

Next Post

Bantu Bangun Kembali Aceh, UB Sumbang Teknologi Penjernih Air

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Bantu Bangun Kembali Aceh, UB Sumbang Teknologi Penjernih Air

Bantu Bangun Kembali Aceh, UB Sumbang Teknologi Penjernih Air

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026
VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025