Kanal24 Malang – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) kembali dibuka dan menjadi momentum krusial bagi siswa kelas XII. Jalur ini kerap disebut sebagai “jalur tanpa tes”, namun anggapan tersebut kerap menimbulkan salah kaprah. Faktanya, SNBP bukan jalur mudah, melainkan jalur seleksi yang menilai rekam jejak akademik dan prestasi siswa secara berkelanjutan sejak awal SMA.
Secara resmi, SNBP merupakan bagian dari sistem seleksi nasional yang dikelola oleh Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mekanisme dan ketentuan SNBP dapat diakses langsung melalui laman resmi SNPMB.
Berbeda dengan jalur ujian tulis, SNBP menempatkan nilai rapor sebagai komponen utama penilaian. Mengacu pada ketentuan SNBP, sedikitnya 50 persen bobot seleksi berasal dari nilai rapor semester 1 hingga 5. Nilai tersebut tidak dilihat secara tunggal, melainkan dikaitkan dengan mata pelajaran pendukung yang relevan dengan program studi pilihan.
Artinya, SNBP tidak hanya menilai “tinggi atau rendahnya nilai”, tetapi juga konsistensi akademik dan kecocokan profil siswa dengan jurusan yang dituju. Seorang siswa dengan nilai stabil dan linier terhadap bidang studi memiliki peluang lebih kuat dibanding siswa dengan nilai tinggi namun tidak relevan.
Selain rapor, SNBP juga mempertimbangkan prestasi akademik dan non-akademik. Sertifikat lomba, capaian karya ilmiah, hingga portofolio seni dan olahraga dapat menjadi nilai tambah, khususnya untuk program studi tertentu. Ketentuan ini dijelaskan secara rinci dalam panduan portofolio resmi SNBP.
Namun, satu aspek krusial yang kerap luput dari perhatian adalah validitas data. Seluruh nilai rapor yang digunakan dalam SNBP harus tercatat di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). SNPMB menegaskan bahwa ketidaksesuaian data, keterlambatan pengisian, atau kesalahan finalisasi PDSS dapat berdampak langsung pada peluang siswa, bahkan berujung pada gugurnya keikutsertaan.
Tingginya minat terhadap SNBP juga membuat jalur ini sangat kompetitif. Data resmi mengenai daya tampung dan peminat tiap program studi dirilis secara terbuka melalui statistik SNPMB. Dari data tersebut terlihat bahwa SNBP menuntut strategi matang, termasuk dalam memilih program studi yang realistis dan sesuai dengan kapasitas akademik.
Pada akhirnya, SNBP menegaskan satu pesan penting dalam sistem pendidikan nasional: pendidikan tinggi tidak hanya diakses oleh mereka yang unggul di satu momen ujian, tetapi oleh mereka yang konsisten membangun prestasi sejak awal. Jalur ini menjadi ruang apresiasi bagi proses belajar yang berkelanjutan, disiplin, dan terarah.














