Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Menghadapi Kritik Awal Kerja dengan Dewasa

Einid Shandy by Einid Shandy
January 25, 2026
in Nasional
0
Menghadapi Kritik Awal Kerja dengan Dewasa

Menghadapi Kritik Awal Kerja dengan Dewasa

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Memasuki dunia kerja menjadi fase transisi yang penuh tantangan, terutama bagi para profesional muda yang baru pertama kali beradaptasi dengan budaya dan ritme kerja. Harapan untuk tampil sempurna kerap berbenturan dengan realitas lapangan, di mana teguran dan kritik sering kali muncul sejak hari-hari awal bekerja. Situasi ini tidak jarang memicu rasa minder, cemas, bahkan mempertanyakan kemampuan diri sendiri.

Pada dasarnya, kritik di awal masa kerja merupakan hal yang wajar. Teguran bukan selalu pertanda kegagalan, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan profesionalisme. Lingkungan kerja menuntut standar tertentu yang hanya bisa dipahami secara utuh melalui pengalaman langsung, termasuk melalui koreksi dari atasan maupun rekan kerja.

Baca juga:
Motuba Murah Masih Jadi Andalan Gen Z untuk Mobilitas

Kritik Bukan Serangan Pribadi

Salah satu kesalahan umum pekerja baru adalah memaknai kritik sebagai penilaian terhadap kepribadian. Padahal, dalam konteks profesional, kritik hampir selalu ditujukan pada hasil kerja, proses, atau cara penyampaian tugas. Ketika kritik disalahartikan sebagai serangan personal, kepercayaan diri bisa menurun dan memengaruhi kinerja secara keseluruhan.

Memisahkan antara identitas diri dan hasil pekerjaan menjadi langkah awal yang penting. Kesalahan dalam tugas bukan berarti seseorang tidak kompeten, melainkan masih berada dalam tahap belajar dan penyesuaian.

Sikap Tenang Menunjukkan Profesionalisme

Respons terhadap kritik sering kali lebih diperhatikan daripada kesalahan itu sendiri. Bersikap tenang, mendengarkan dengan saksama, dan tidak terburu-buru membela diri menunjukkan kedewasaan emosional. Atasan cenderung lebih menghargai pekerja yang mampu menerima masukan secara terbuka dan menjadikannya bahan evaluasi.

Jika kritik terasa kurang jelas, meminta penjelasan tambahan atau contoh konkret dapat membantu memahami ekspektasi kerja dengan lebih baik. Langkah ini juga mencerminkan kemauan untuk berkembang dan memperbaiki diri.

Mengakui Kesalahan dan Bergerak Maju

Mengakui kesalahan secara singkat dan proporsional sering kali menjadi pilihan terbaik. Alasan yang terlalu panjang justru dapat memberi kesan defensif. Setelah itu, fokus utama seharusnya tertuju pada langkah perbaikan yang bisa dilakukan ke depan.

Ucapan terima kasih atas masukan yang diberikan, meski terdengar sederhana, mampu menciptakan kesan positif. Sikap ini menandakan bahwa kritik dipandang sebagai peluang belajar, bukan ancaman.

Mengelola Emosi Setelah Ditegur

Tidak dapat dimungkiri, kritik tetap bisa meninggalkan dampak emosional. Merasa kecewa atau tidak percaya diri adalah reaksi yang manusiawi. Namun, penting untuk tidak membiarkan emosi tersebut berlarut-larut. Meluangkan waktu untuk refleksi, berbicara dengan orang tepercaya, atau mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki dapat membantu mengelola perasaan secara sehat.

Alih-alih menghindari kritik, menjadikannya sebagai bahan pembelajaran justru akan mempercepat proses adaptasi di tempat kerja.

Membangun Kepercayaan Diri Secara Bertahap

Kepercayaan diri di dunia kerja tidak terbentuk dalam semalam. Ia tumbuh seiring pengalaman, kesalahan, dan perbaikan yang dilakukan secara konsisten. Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, fokus pada perkembangan diri sendiri, serta menghindari perbandingan berlebihan dengan orang lain dapat membantu menjaga stabilitas mental.

Pada akhirnya, kritik di awal karier adalah bagian dari perjalanan profesional. Bukan tentang seberapa sering seseorang ditegur, melainkan bagaimana ia merespons, belajar, dan bangkit dari setiap masukan yang diterima. Dari sanalah kepercayaan diri yang sesungguhnya terbentuk. (nid)

Post Views: 71
Tags: Dunia KerjaKANAL24kanal24.co.idKerjaKerja CerdasSikapuniversitas brawijaya
Previous Post

Glass Ceiling Hambat Karier Perempuan di Tempat Kerja

Next Post

Ini Dia Deretan K-Drama Pembawa Suasana Bahagia

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Ini Dia Deretan K-Drama Pembawa Suasana Bahagia

Ini Dia Deretan K-Drama Pembawa Suasana Bahagia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Berjaya di Shell Eco-marathon 2026, Tim Apatte62 Lolos ke Global Championship 2027

Berjaya di Shell Eco-marathon 2026, Tim Apatte62 Lolos ke Global Championship 2027

January 27, 2026
Perluas Penghijauan Kampus, UB Tanam Ratusan Pohon

Perluas Penghijauan Kampus, UB Tanam Ratusan Pohon

January 27, 2026
Indonesia Dorong Ekspor Beras untuk Haji 2026

Indonesia Dorong Ekspor Beras untuk Haji 2026

January 27, 2026
SLDPI UB Tampilkan Wajah Kampus Inklusif

SLDPI UB Tampilkan Wajah Kampus Inklusif

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025