Kanal24, Malang – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia, Meutya Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Karangbesuki, Kota Malang, pada Kamis (21/08/2025). Kunjungan tersebut difokuskan pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program digitalisasi serta penguatan Koperasi Merah Putih sebagai wadah ekonomi bersama.
Dalam kesempatan itu, Meutya menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci bagi UMKM agar dapat bertahan sekaligus berkembang di era ekonomi berbasis teknologi. Menurutnya, koperasi yang berangkat dari ekosistem digital akan lebih mudah melakukan integrasi data, mengelola iuran anggota, hingga memperluas akses pemasaran produk.
Baca juga:
Desa Pandanrejo Jadi Pusat Pasok Sayur Kapal Pelni

“Sejak awal kami memang mendorong pelatihan digital bagi UMKM, termasuk ibu-ibu pelaku usaha di Karangbesuki. Dengan masuknya UMKM ke ranah digital, maka penggabungan ke koperasi akan semakin mudah. Oleh karena itu, pelatihan UMKM Go Digital dan pelatihan pengurus koperasi kita jalankan secara bersamaan,” ujar Meutya.
Koperasi Merah Putih sendiri diproyeksikan menjadi program prioritas nasional di sektor ekonomi kerakyatan. Melalui koperasi ini, anggota yang memiliki usaha tidak hanya memperoleh pembinaan, tetapi juga dukungan pemasaran produk. Meutya menyebutkan, sistem digital yang diterapkan memungkinkan produk-produk anggota dapat dipasarkan lebih luas, bahkan hanya dengan memindai kode QR yang menampilkan katalog UMKM lokal.
Sementara itu, pengurus koperasi di Karangbesuki mengaku antusias dengan inisiatif ini. Mereka menilai pelatihan digital menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat. “Kemarin kami baru pertama kali mengikuti pelatihan digital, dan alhamdulillah banyak ilmu yang bisa kami dapatkan. Data anggota dan iuran koperasi pun sudah mulai terdigitalisasi. Ke depan kami berharap kemampuan digital pengurus bisa lebih berkembang agar layanan koperasi semakin optimal,” kata salah satu pengurus koperasi setempat.
Meutya menambahkan, peran Kementerian Komdigi berfokus pada penyediaan pelatihan serta infrastruktur digital yang memadai. Sementara urusan pendanaan, menurutnya, menjadi kewenangan kementerian lain seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan maupun kementerian teknis terkait.

Baca juga:
UB dan Komdigi Luncurkan AI Talent Factory Pertama di Indonesia
Kunjungan ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan transformasi digital di tingkat akar rumput. Harapannya, koperasi dan UMKM tidak hanya tumbuh secara konvensional, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Yang paling penting adalah keamanan dan keberlanjutan digitalisasi. Kami ingin koperasi bisa segera menerapkan sistem yang lebih terintegrasi, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan anggota dan masyarakat sekitar,” tutup Meutya. (nid/yor)