Kanal24, Malang– Menteri Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang dengan meninjau Wonosari Go Green serta Rumah Prestasi Kampung Glintung Go Green (8/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk melihat langsung praktik baik pembangunan berbasis komunitas yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
Kunjungan diawali di Wonosari Go Green, kampung binaan Ir. Bambang Irianto, Founder Kampung Glintung Go Green. Di lokasi ini, Menteri PPPA menyaksikan langsung bagaimana masyarakat membangun kesadaran lingkungan secara kolektif. Menurut Arifatul Choiri Fauzi, kepedulian warga Wonosari menjadi alasan utama kunjungannya ke kampung tersebut.
Baca juga:
FILKOM UB Luncurkan Launchpad Wirausaha Digital

“Kami sudah lama ingin berkunjung ke Kampung Glintung karena masyarakat di sini begitu peduli terhadap lingkungan, mulai dari penanaman pohon hingga membangun kesadaran bersama. Hari ini kami melihat secara langsung dan sangat terinspirasi,” ujar Arifatul. Ia menegaskan, apa yang dilakukan warga Wonosari sejalan dengan arah kebijakan kementeriannya. “Apa yang dilakukan di sini juga menjadi langkah strategis dari kementerian kami,” tambahnya.
Menteri PPPA menilai, upaya pemberdayaan yang tumbuh dari tingkat kampung memiliki peran penting dalam menjawab tantangan sosial yang dihadapi saat ini, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak. “Penguatan ekonomi perempuan dan perlindungan anak harus berjalan bersama. Tantangan kita saat ini sangat besar, dan apa yang sudah dilakukan di Wonosari ini menjadi salah satu solusi pencegahan kita bersama,” tegasnya.
Usai dari Wonosari Go Green, rombongan Menteri PPA melanjutkan kunjungan ke Rumah Prestasi Kampung Glintung Go Green. Di tempat ini, Menteri PPPA bertemu dengan Jaringan Kampung Tematik Indonesia dalam sebuah forum diskusi dan dialog. Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara komunitas kampung tematik dengan pemerintah, sekaligus mengevaluasi keberlanjutan program-program yang telah berjalan.
Ir. Bambang Irianto menjelaskan bahwa gagasan kampung tematik lahir dari perjalanan panjang pembangunan Kampung Glintung Go Green yang kemudian direplikasi ke berbagai daerah di Indonesia. “Di semua kampung tematik, pelaku utamanya adalah perempuan dan hampir selalu ada persoalan anak,” ujarnya. Karena itu, ia menilai kolaborasi dengan Kementerian PPA menjadi kebutuhan bersama.

“Kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini sangat sinergis dan saling membutuhkan. Kami membutuhkan keberlanjutan, sementara pemerintah juga membutuhkan kampung-kampung yang layak anak dan memberdayakan perempuan,” kata Bambang.
Dalam pertemuan tersebut, jaringan kampung tematik juga membahas rencana pelaksanaan Jambore Kampung Tematik Indonesia yang akan digelar di Kota Madiun. Jambore ini direncanakan menjadi ruang temu antar komunitas kampung tematik dari berbagai daerah untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, serta menyusun agenda bersama ke depan.
Melalui kunjungan ini, Kementerian PPA berharap model pembangunan berbasis komunitas seperti Wonosari Go Green dan Kampung Glintung Go Green dapat direplikasi secara lebih luas. Kolaborasi antara warga, komunitas, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam membangun kampung yang berdaya, ramah anak, serta berkelanjutan.(Din/Yor)














