Kanal24 – Niat adalah salah satu rukun penting dalam ibadah puasa yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim. Dalam pelaksanaannya, niat puasa memiliki tata cara tertentu yang membedakan antara puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, dan puasa sunnah. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang niat puasa Ramadhan, tata caranya, serta bacaan niatnya.
Dalam puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha, dan nazar, seseorang diwajibkan untuk berniat pada malam hari sebelum terbitnya fajar. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan pentingnya niat sebelum fajar.
Berbeda dengan puasa sunnah, yang lebih fleksibel, seseorang dapat berniat di siang hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Pendapat Mazhab tentang Niat Puasa Ramadhan
Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi SAW:
“Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.”
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitabnya Hasyiyatul Iqna’ menjelaskan:
“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, qadha, atau nadzar. Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadis.”
Sementara itu, Mazhab Maliki berpendapat bahwa cukup berniat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Hal ini karena puasa Ramadhan dianggap sebagai satu kesatuan ibadah. Pendapat ini dapat menjadi solusi jika seseorang lupa berniat pada malam berikutnya.
Sebagai bentuk kehati-hatian, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk mengikuti kedua pendapat tersebut: niat satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan dan tetap berniat setiap malam sebagai kebiasaan yang baik.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan sesuai dengan tuntunan Mazhab Syafi’i:
Niat Puasa Ramadhan Harian:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh :
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Tips agar Tidak Lupa Niat Puasa
- Biasakan berniat setiap selesai shalat tarawih atau sebelum tidur di malam hari.
- Jika terlewat, segera berniat saat sahur.
- Untuk berjaga-jaga, niatkan puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan sesuai pendapat Mazhab Maliki.
Niat puasa Ramadhan merupakan elemen penting dalam menjalankan ibadah puasa. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara mazhab, umat Islam dianjurkan untuk berniat setiap malam dan, sebagai langkah antisipasi, berniat sebulan penuh pada awal Ramadhan. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan di bulan suci ini.(din)