Kanal24, Malang – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Asia Malang kembali menggelar Pameran Karya Desain (PAKADES) XII sebagai ruang apresiasi dan refleksi atas proses kreatif mahasiswa di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Mengusung tema De Omnibus Dubitandum—yang berarti “segala sesuatu harus diragukan”—pameran ini menekankan pentingnya sikap kritis dalam berkarya. Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana PAKADES XII, M. Ardygayo Al Akbar, dalam pembukaan acara PAKADES XII yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, di Malang Creative Center (MCC) Lantai 3 Multifunction Room, dan digelar oleh Prodi DKV Institut Asia Malang.
Menurut Ardygayo, PAKADES XII merupakan pameran tahunan yang secara konsisten menampilkan hasil karya Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa DKV dari berbagai jenjang semester. “Setiap tahun kami mengadakan pameran karya mahasiswa mulai dari semester 1, 3, 5, hingga 7, bahkan beberapa mata kuliah tertentu selalu masuk ke dalam pameran ini,” ujarnya. Ia menambahkan, tema yang diangkat tahun ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana karya visual harus melalui proses berpikir kritis dan tidak diterima secara mentah, terutama di era maraknya AI.
Baca juga:
Perluas Penghijauan Kampus, UB Tanam Ratusan Pohon

Ruang Apresiasi Karya Mahasiswa
PAKADES XII menjadi wadah bagi mahasiswa DKV Institut Asia Malang untuk menampilkan beragam karya desain yang lahir dari proses akademik. Berbeda dengan pameran sebelumnya, PAKADES XII menghadirkan sejumlah mata kuliah baru yang turut dipamerkan, seperti Ragam Hias Nusantara dari mahasiswa semester 5 serta Gametag, mata kuliah lintas jurusan yang baru pertama kali ditampilkan. Selain itu, penataan ruang pamer juga mengalami pembaruan dengan konsep display yang lebih segar dan interaktif.
Persiapan pameran ini dilakukan secara bertahap oleh panitia mahasiswa. Ardygayo menjelaskan bahwa proses pengumpulan karya dimulai sejak dua bulan sebelum acara, dilanjutkan dengan persiapan teknis seperti pemasangan banner, backdrop, pembuatan sketsel, hingga penataan display karya menjelang hari pelaksanaan. “Urgensinya adalah memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa, karena setiap karya punya value tersendiri dan menjadi identitas kampus Institut Asia Malang,” katanya.
Peran Prodi dalam Pembelajaran Kreatif
Sekretaris Program Studi DKV Institut Asia Malang, Yogi Widya Saka Warsa, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa PAKADES merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Prodi DKV dan Himpunan Mahasiswa DKV Institut Asia Malang. Menurutnya, seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil pembelajaran mahasiswa dari berbagai angkatan yang terintegrasi dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

“Mahasiswa dilatih untuk menyelesaikan permasalahan nyata, terutama yang berkaitan dengan UMKM. Mereka melakukan riset, merancang konsep solusi, membuat prototipe, hingga mengujinya kepada audiens yang sesuai dengan segmentasi pasar,” jelas Yogi. Melalui pameran ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengekspresikan ide, tetapi juga memahami fungsi desain dalam konteks industri kreatif dan kebutuhan masyarakat.
Keterkaitan dengan Industri Kreatif dan UMKM
Lebih lanjut, Yogi menegaskan bahwa karya-karya dalam PAKADES XII memiliki keterkaitan erat dengan industri kreatif. Banyak di antaranya yang langsung bersinggungan dengan kebutuhan UMKM dan berpotensi digunakan secara fungsional. Proses pembelajaran juga mencakup riset lapangan, pengujian karya, hingga rencana pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi hak cipta mahasiswa.
“Dengan demikian, karya mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata bagi UMKM dan industri kreatif,” ujarnya. Ia berharap mahasiswa dapat terus konsisten membangun karier kreatif yang berlandaskan pada pemecahan masalah, sehingga output karya menjadi lebih terarah, efisien, dan aplikatif.
Refleksi Tema Melalui Karya Seni

Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung datang dari Fadhil Maulana, seniman dengan karya bertajuk Caplin Bike. Melalui mata kuliah Art and Craft, Fadhil mengolah material velg dan kerangka sepeda pancal menjadi furnitur berupa meja dan kursi. Karyanya merepresentasikan semangat eksplorasi material sekaligus refleksi atas tema “ragu” yang diusung PAKADES XII.
“Melalui pameran ini, saya berharap pengunjung bisa menikmati karya-karya yang ada dan mengubah keraguan menjadi sesuatu yang lebih baik,” ujar Fadhil. Ia menambahkan, pameran ini menjadi sarana berbagi pengalaman visual sekaligus memperlihatkan bahwa proses kreatif dapat lahir dari eksplorasi sederhana yang bermakna.
Melalui PAKADES XII, DKV Institut Asia Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung kebebasan berekspresi mahasiswa sekaligus menanamkan sikap kritis dalam berkarya. Diharapkan, pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi ide, percaya pada proses kreatif, dan berani menampilkan karya mereka ke ruang publik. (nid/qrn)













