Kanal24, Malang – Semangat dan kreativitas mahasiswa baru Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ditegaskan melalui gelaran Ananta Samvada Pameran Arsitektur yang digelar Kamis (12/2/2026) di Gedung Arsitektur FT UB, Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang. Ketua Departemen Arsitektur, Dr. Ir. Lisa Dwi Wulandari, ST., MT., IPM, ASEAN Eng., CIQaR., CIQnR., CIMMR, menegaskan bahwa pameran ini menjadi bukti nyata kualitas dan potensi mahasiswa angkatan 2025 yang baru menempuh satu semester perkuliahan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Arsitektur FT UB sebagai ruang apresiasi sekaligus promosi institusi kepada masyarakat luas.
āSejak awal kami memang sangat mendukung kegiatan pameran karya mahasiswa. Bahkan bukan hanya pada momen tertentu, tetapi setiap hari lobi dan koridor gedung arsitektur kami penuhi dengan karya mahasiswa dari berbagai mata kuliah,ā ujar Lisa dalam sambutannya.
Ia menambahkan, khusus dalam rangkaian Ananta Samvada tahun ini, karya yang ditampilkan merupakan hasil eksplorasi komunal mahasiswa baru angkatan 2025. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bakat, semangat, dan kreativitas yang tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga non-akademik.
Baca juga:
SmartGerdX : Skrining GERD Digital, Bukti Hilirisasi Riset UB

Eksistensi dan Apresiasi Karya Mahasiswa
Lisa menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya apresiasi di lingkungan kampus. Tidak hanya dosen, seluruh sivitas akademika hingga kakak tingkat yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Arsitektur turut mendukung kegiatan ini.
āKami ingin menjadikan anak-anak kami sebagai lulusan yang hebat dan bermanfaat bagi masyarakat. Ketika karya mereka dipamerkan, ada rasa bangga yang tumbuh. Itu menjadi motivasi psikologis yang luar biasa,ā tegasnya.
Menurutnya, pameran rutin seperti ini juga berdampak pada peningkatan animo calon mahasiswa. Selain menjadi ajang promosi departemen dan institusi, kegiatan ini memberi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas karya.
Integrasi Capaian Pembelajaran dan Studio Dasar
Lebih lanjut, Lisa memaparkan bahwa karya dalam Ananta Samvada berasal dari sejumlah mata kuliah dasar, seperti Desain Arsitektur 1, Gambar Arsitektur, Bentuk dan Statistika, serta Komunikasi Arsitektur. Desain Arsitektur 1 sendiri merupakan mata kuliah studio inti berbobot 5 SKS yang menekankan eksplorasi ide dalam bentuk dua dan tiga dimensi.
Mahasiswa menampilkan gambar dan juga maket studi sebagai representasi gagasan ruang. Berbagai media manual diperkenalkan dan digunakan, mulai dari pensil warna, rapido, cat poster, cat air, hingga cat minyak.
āKami ingin mereka mahir secara grafis dan juga mampu mengolah ide melalui keterampilan motorik. Semua media kami fasilitasi agar kreativitas mereka bisa tertuang secara optimal,ā jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa profil lulusan Arsitektur FT UB diarahkan menjadi arsitek profesional dan juga akademisi. Hal tersebut difasilitasi melalui Program Profesi Arsitek (PPR) dan Program Magister Arsitektur Lingkungan Binaan.
Identitas Komunal dan Arsitektur Nusantara
Ketua Pelaksana Ananta Samvada, Abdurahman Azaky, menjelaskan bahwa pameran ini memiliki identitas komunal yang kuat. Terdapat tiga prinsip utama yang dipegang dalam proses penciptaan karya.
āSemua karya dibuat secara manual tanpa media cetak. Kami juga menanamkan nilai arsitektur Nusantara, serta menggunakan pendekatan suasana dalam pendalaman semester awal,ā ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ananta Samvada menjadi pameran pertama yang sepenuhnya digagas oleh mahasiswa baru. Hal ini menjadi pembeda sekaligus bukti kepercayaan diri angkatan 2025 dalam menampilkan hasil karyanya kepada publik.
āHarapannya, masyarakat yang hadir bisa lebih mengenal arsitektur di Universitas Brawijaya dan melihat potensi mahasiswa kami sejak semester awal,ā tuturnya.
Melalui Ananta Samvada, Departemen Arsitektur FT UB menampilkan karya dan juga menegaskan komitmen membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Pameran ini direncanakan menjadi agenda tahunan untuk mahasiswa baru, sementara karya mahasiswa tingkat lanjut akan terus dipamerkan secara bergilir setiap dua bulan di lingkungan gedung arsitektur. (nid/cay)














