Kanal24, Malang – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang ditargetkan rampung pada akhir 2027. Proyek infrastruktur energi strategis ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas jaringan gas nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan industri dan masyarakat.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agung Kuswandono, mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan proyek tersebut berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, pembangunan jaringan pipa gas ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum diskusi sektor energi di Jakarta, yang membahas percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Agung menegaskan bahwa proyek Dusem menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam pengembangan jaringan transmisi gas nasional.
Baca juga:
Saham Emiten Emas Bersinar di Tengah Konflik Timur Tengah

“Pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian proyek ini agar dapat selesai pada akhir 2027. Dengan tersambungnya pipa ini, jaringan gas di Sumatera akan semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan energi domestik,” ujarnya.
Infrastruktur Strategis Jaringan Gas Nasional
Pipa transmisi Dumai–Sei Mangkei memiliki panjang sekitar 540 kilometer dan merupakan bagian dari program pengembangan jaringan pipa gas nasional. Infrastruktur ini dirancang untuk menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Pulau Sumatera, termasuk kawasan industri dan pusat distribusi energi.
Proyek tersebut terbagi dalam dua segmen utama pembangunan. Segmen pertama menghubungkan wilayah Belawan hingga Labuhan Batu, sementara segmen kedua membentang dari Labuhan Batu hingga Duri. Kedua jalur tersebut akan menjadi penghubung penting dalam distribusi gas bumi antarwilayah di Sumatera.
Dengan kapasitas penyaluran gas yang cukup besar, pipa Dusem diharapkan mampu mendukung peningkatan konsumsi gas domestik, terutama untuk sektor industri, pembangkit listrik, dan kebutuhan komersial lainnya.
Selain memperkuat distribusi energi, proyek ini juga termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional yang didorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi di berbagai daerah.
Mendukung Kawasan Industri dan Hilirisasi
Pembangunan pipa gas ini juga diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan industri di wilayah Sumatera. Dengan tersedianya pasokan gas yang lebih stabil dan terjangkau, berbagai kawasan industri diperkirakan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas.
Salah satu kawasan yang akan mendapatkan manfaat dari proyek ini adalah kawasan industri Sei Mangkei di Sumatera Utara yang selama ini dikembangkan sebagai pusat industri berbasis hilirisasi sumber daya alam.
Pasokan gas yang memadai akan menjadi faktor penting bagi berbagai sektor industri, termasuk industri petrokimia, pengolahan hasil perkebunan, hingga pembangkit listrik berbasis gas.
Selain itu, pembangunan jaringan pipa ini juga dinilai mampu menarik investasi baru ke wilayah Sumatera karena ketersediaan energi yang lebih terjamin.
Dorong Pemanfaatan Energi Lebih Bersih
Pemerintah juga menilai peningkatan penggunaan gas bumi dapat menjadi solusi transisi menuju energi yang lebih bersih. Gas bumi menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil lain seperti batu bara atau minyak.
Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur gas seperti proyek Dusem dinilai penting untuk mendukung kebijakan transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang lebih polutif.
Selain aspek lingkungan, penggunaan gas bumi juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya operasional bagi industri.
Perkembangan Konstruksi dan Keterlibatan Industri Nasional
Sejak dimulai pada tahap konstruksi awal, pembangunan proyek pipa gas Dusem menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Pemerintah memastikan berbagai tahapan proyek, mulai dari pengadaan material hingga pekerjaan konstruksi, dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi.
Dalam proyek ini, pemerintah juga mendorong penggunaan produk dalam negeri guna meningkatkan peran industri nasional. Tingkat komponen dalam negeri dalam proyek tersebut disebut mencapai lebih dari separuh total kebutuhan material.
Keterlibatan perusahaan konstruksi dan produsen pipa nasional diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi tambahan, termasuk penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kapasitas industri manufaktur dalam negeri.
Ke depan, pemerintah optimistis pembangunan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei dapat selesai sesuai target pada akhir 2027. Jika proyek tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu, jaringan gas di wilayah Sumatera akan semakin terhubung dan mampu mendukung kebutuhan energi nasional secara lebih berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin kuat, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi domestik dapat terus meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan industri di berbagai daerah. (nid)














