Kanal24, Malang – Jumlah pengangguran di Indonesia tercatat masih berada pada level yang cukup tinggi meskipun menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru, jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,35 juta orang, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk usia kerja dan angkatan kerja nasional. Kondisi ini mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya mampu menyerap tambahan tenaga kerja secara optimal, meski sejumlah sektor mulai menunjukkan perbaikan.
Penurunan jumlah pengangguran ini terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. Dalam periode terakhir, jumlah penduduk bekerja meningkat lebih dari 1,3 juta orang, menandakan adanya penciptaan lapangan kerja baru di tengah dinamika ekonomi nasional. Namun demikian, laju penurunan tersebut dinilai masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan pertumbuhan angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahunnya.
Baca juga:
Teknologi AI Dorong Efisiensi dan Keandalan Industri Nasional
Tren Penurunan Pengangguran Masih Terbatas
Penurunan angka pengangguran memberikan sinyal positif terhadap kondisi pasar tenaga kerja nasional. Meski begitu, penurunan tersebut belum sepenuhnya mampu menekan jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun. Pertumbuhan penduduk usia produktif menjadi tantangan struktural yang harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
Selain itu, sebagian besar penyerapan tenaga kerja masih bersifat fluktuatif dan bergantung pada kondisi ekonomi sektoral. Ketika aktivitas ekonomi melambat, risiko meningkatnya kembali angka pengangguran menjadi perhatian utama, terutama bagi kelompok usia muda dan lulusan baru.
Sektor Padat Karya Jadi Penopang Lapangan Kerja
Peningkatan jumlah penduduk bekerja banyak ditopang oleh sektor-sektor padat karya seperti industri pengolahan, perdagangan, serta akomodasi dan makanan minuman. Ketiga sektor ini menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja, khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga ekonomi.
Namun demikian, kualitas pekerjaan di sektor-sektor tersebut masih menjadi sorotan. Sebagian pekerja masih berada pada posisi dengan jam kerja terbatas atau tingkat upah yang relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak hanya perlu difokuskan pada jumlah, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan pekerjaan.
Pengangguran Didominasi Laki-Laki
Dari sisi demografi, data menunjukkan bahwa pengangguran di Indonesia masih didominasi oleh laki-laki. Hal ini mencerminkan tekanan yang terjadi di sektor-sektor yang secara tradisional banyak menyerap tenaga kerja laki-laki, seperti konstruksi dan industri tertentu.
Di sisi lain, partisipasi angkatan kerja perempuan terus menunjukkan tren peningkatan. Meski demikian, peningkatan partisipasi tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan pemerataan kesempatan kerja, sehingga masih dibutuhkan kebijakan yang mendorong inklusivitas pasar tenaga kerja.
Tantangan Kualitas Pekerjaan dan Kebijakan ke Depan
Fenomena setengah pengangguran masih menjadi tantangan tersendiri dalam struktur ketenagakerjaan nasional. Sebagian pekerja belum memperoleh jam kerja penuh atau pendapatan yang layak, meskipun secara statistik telah tercatat sebagai penduduk bekerja. Kondisi ini menandakan perlunya perbaikan kualitas lapangan kerja, terutama di sektor informal.
Pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, antara lain melalui peningkatan investasi, penguatan UMKM, serta pengembangan pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi pencari kerja.
Ke depan, penurunan angka pengangguran diharapkan dapat terus berlanjut seiring dengan membaiknya iklim usaha dan stabilitas ekonomi nasional. Meski demikian, tantangan ketenagakerjaan Indonesia masih membutuhkan perhatian serius agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. (nid)














