Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Penyakit Mulut dan Kuku Timbulkan Kematian Tinggi pada Sapi

admin by admin
August 5, 2023
in Pendidikan
0
Penyakit Mulut dan Kuku Timbulkan Kematian Tinggi pada Sapi
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KANAL24, Malang – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau yang bisa disebut juga dengan Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan penyakit yang menyerang hewan berkuku belah, termasuk diantaranya seperti sapi, rusa, kambing, domba maupun babi.

Penyakit ini menimbulkan kematian yang tinggi pada hewan muda. Pada pedet atau anak sapi, PMK menimbulkan kematian hingga mencapai 50%, sedangkan pada hewan dewasa ada yang mati tetapi hanya sekitar 5% dari total hewan yang sakit.

Selain itu, PMK juga dinilai menjadi penyakit yang sangat ekonomis karena dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Hal ini dilihat dari estimasi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian yakni sekitar 9,9 T kerugian per tahun secara nasional. Perkiraan ini dibuat pada tahun 2017.

“Ini kalau terjadi wabah di Indonesia dan sayangnya sekarang sudah terjadi wabah,” kata Dosen FKH UB, Widi Nugroho Ph.D pada Senin (09/05/2022).

Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku ini juga dinilai sangat cepat sekali. Apabila hari ini sakit dan terinfeksi, maka besok hewan yang terinfeksi sudah dapat menimbulkan gejala. Padahal beberapa penyakit lainnya memiliki masa inkubasi sampai 2 minggu. Namun, PMK hanya membutuhkan waktu 2 hari saja untuk mendeteksi apakah hewan sudah terinfeksi atau belum.

“Dan dia bisa menulari dengan kecepatan seperti itu, kecepatan penularannya besar sekali. Ini cepat sekali,” ujar Widi.

Ada yang beberapa yang menghitung estimasi kemampuan penularan penyakit ini 1 hewan sakit dapat menginfeksi 15 hewan. Sedangkan lainnya mengatakan 1 hewan sakit dapat menginfeksi 7 ekor hewan. Meskipun memiliki perbedaan, seluruh estimasi tersebut hanya menunjukkan bahwa penyakit PMK memang sangat merugikan karena dapat menyebabkan penurunan produksi susu.

“Kita tahu Malang ini adalah produsen susu nasional. 25% produksi susu nasional ada di Malang atau 50% produksi susu di Jawa Timur ini ada di Malang. Sehingga dia sangat merugikan dalam konteks lokal Malang,” pungkas Widi.(wen)

Post Views: 421
Previous Post

Cegah PMK Sapi Khofifah Minta Pasar Hewan Ditutup Sementara

Next Post

MBKM Semeru UB Gelombang Kedua Fokus Recovery Action

admin

admin

Jernih, Akurat, Mencerdaskan – Bersama Kanal24, temukan kebenaran dalam informasi.

Next Post
MBKM Semeru UB Gelombang Kedua Fokus Recovery Action

MBKM Semeru UB Gelombang Kedua Fokus Recovery Action

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
5 Jurusan UB Sepi Peminat, Peluang masuk SNPMB 2024

UB Terapkan Skema Hybrid Kuliah, Mahasiswa Semester Awal Tetap Luring

April 10, 2026
Status Istimewa Koperasi Desa, Peluang atau Beban Baru?

Status Istimewa Koperasi Desa, Peluang atau Beban Baru?

April 10, 2026
WFH ASN Dimulai Jumat, Strategi Hemat Energi Nasional

WFH ASN Dimulai Jumat, Strategi Hemat Energi Nasional

April 10, 2026
Ratusan Ribu Peserta Ikuti UTBK SNBT 2025, Jangkau Pelosok Negeri

SNBT 2026: Masihkah Ranking Kampus Menentukan Masa Depanmu?

April 10, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025