Kanal24, Malang – Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak resmi dibentuk, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjukkan perkembangan yang dinilai signifikan dan strategis bagi perekonomian nasional. Kehadiran Danantara tidak hanya menambah instrumen pengelolaan investasi negara, tetapi juga diarahkan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi jangka panjang dengan pendekatan tata kelola modern dan berorientasi global.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa lembaga ini mengalami percepatan perkembangan yang cukup pesat meskipun usianya belum genap satu tahun. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa Danantara dibangun bukan sekadar sebagai lembaga pengelola aset, melainkan sebagai institusi investasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong transformasi ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Baca juga:
Teknologi AI Dorong Efisiensi dan Keandalan Industri Nasional
Saat ini, Danantara telah didukung oleh ratusan sumber daya manusia dari berbagai latar belakang profesional, termasuk sektor keuangan, investasi, teknologi, dan riset industri. Dengan struktur organisasi yang terus diperkuat, Danantara mulai membangun fondasi kelembagaan yang kokoh agar dapat bersaing dan dipercaya oleh investor global. Penguatan sumber daya manusia ini dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun institusi investasi berskala besar.
Di sisi pasar keuangan, kehadiran Danantara juga memberi pengaruh terhadap dinamika pasar modal nasional. Sejak rencana pembentukan hingga operasional awalnya, sentimen pasar menunjukkan perhatian besar terhadap arah kebijakan dan strategi investasi yang dijalankan. Fluktuasi indeks saham yang terjadi dalam periode tersebut dinilai sebagai respons pasar terhadap ekspektasi besar terhadap peran Danantara di masa depan. Namun, manajemen menegaskan bahwa fokus utama lembaga ini bukan pada dampak jangka pendek, melainkan pada pembangunan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.
Pandu menekankan bahwa tata kelola perusahaan yang baik menjadi prinsip utama dalam setiap langkah Danantara. Transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan investasi menjadi fondasi agar Danantara dapat tumbuh sebagai lembaga yang kredibel dan dipercaya. Pendekatan ini juga diharapkan mampu meminimalkan risiko serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara.
Selain pengelolaan investasi, Danantara juga menaruh perhatian besar pada pengembangan riset dan inovasi industri. Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun peta industri strategis nasional yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui riset dan pengembangan. Pemetaan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri.
Menurutnya, riset yang terarah dapat menjadi motor penggerak industrialisasi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Ia mencontohkan sejumlah proyek riset yang awalnya dimulai dengan pendanaan relatif kecil, namun mampu berkembang hingga masuk ke tahap produksi skala besar dengan nilai ekonomi yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada riset dan inovasi dapat memberikan dampak signifikan bagi perekonomian jika dikelola secara tepat.
Saat ini, porsi belanja riset nasional masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Melalui peran Danantara, diharapkan terjadi peningkatan sinergi antara pendanaan, riset, dan kebutuhan industri sehingga hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat dihilirisasi menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Ke depan, Danantara menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara ambisi pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian. Kompleksitas pengelolaan aset berskala besar, dinamika ekonomi global, serta tuntutan transparansi publik menjadi faktor yang harus dikelola secara cermat. Meski demikian, optimisme tetap mengemuka bahwa dengan fondasi yang kuat dan strategi yang terarah, Danantara mampu menjadi pilar penting dalam transformasi ekonomi Indonesia.
Dengan progres yang telah dicapai di usia yang masih sangat muda, Danantara kini dipandang sebagai salah satu instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong investasi produktif, serta mempercepat pengembangan industri berbasis riset dan inovasi. (nid)













