Kanal24, Malang – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Brawijaya (UB) mengukir prestasi di dunia Internasional atas keikutsertaannya dalam Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival 2023 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Performing Arts dan Menara Ken TTDI, Kuala Lumpur, Malaysia, pada awal November lalu (2-5/11/2023).

PSM UB yang dipimpin oleh Diva Fatiha sebagai Ketua Umum dan Penyanyi dalam tim kompetisi ini, membawa pulang prestasi membanggakan untuk UB setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19.
“Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam kompetisi ini dan membuktikan bahwa PSM UB memiliki potensi yang luar biasa di dunia paduan suara internasional,” kata Diva.
Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival 2023 menawarkan kesempatan bagi paduan suara dari seluruh dunia yang bersaing dalam 10 kategori yang berbeda, termasuk children category, teenage category, mixed youth category, mixed voices category, folklore category, dan kategori-kategori lainnya.
“Kami ingin kembali berprestasi di tingkat internasional setelah vakum beberapa tahun. Kami percaya bahwa kompetisi ini dapat menjadi batu loncatan kami menuju prestasi yang lebih tinggi, terutama dengan peluang untuk menjadi peserta di ajang Asia Choral Grand Prix pada tahun 2024.” ujar Diva.
Untuk mendukung persiapan dan keberangkatan tim, UB telah memberikan dukungan berupa dana dan support yang memadai. Tim kompetisi, yang telah terbentuk sejak bulan Mei 2023, menjalani proses intensif latihan dari bulan Juni hingga Oktober 2023. Latihan dilakukan secara rutin 2-4 kali seminggu, dan beberapa pelatih luar diundang untuk memberikan materi tambahan kepada tim.
Sebagai uji coba kesiapan materi dan mental, PSM UB juga tampil dalam beberapa konser, antara lain Konser Rinai dikara yang diselenggarakan oleh Vocalista Harmonic Choir PSM Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Konser Pra Kompetisi Gantari Nusantara yang diselenggarakan oleh PSM UB, dan Konser Pra Kompetisi Bonam Fortunam yang diselenggarakan oleh Cientifico Choir PSM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB.
Dalam kompetisi ini, PSM UB membawakan sejumlah lagu yang dipilih dengan cerman, seperti “Lux Aeterna” karya Ily Matthew dan “Jubilate Deo” karya Pietro Ferrario untuk kategori Mixed Youth Choir, “Ergebung” karya Hugo Wolf dan “Gloria Patri” karya Budi Susanto Yohanes untuk kategori Mixed Choir, serta “Karimatanu Kuicha” karya Matsushita dan “Benggong” dalam aransemen oleh Steven untuk kategori Folklore.
“Alasan memilih lagu-lagu tersebut karena tingkat kesulitan lagunya yang dirasa kompetitif untuk bisa dibawakan di kompetisi internasional,” ungkap Diva.

PSM UB dalam kompetisi ini berhasil mendapatkan penghargaan, diantaranya Winner of Grand Prix Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival 2023, Winner of Mixed Youth Category, Winner of Mixed Voice Category, dan Winner of Folklore Category.
“Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi kami. Karena kami mendapatkan penghargaan dari kompetisi kali ini, kami menjadi partisipan di Asian Choral Grand Prix di Malaysia pada tahun 2024,” pungkas Diva.
Setelah keberhasilan PSM UB dalam Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival 2023, mereka tengah bersiap-siap untuk mengukir prestasi baru di kancah internasional. PSM UB dengan rasa semangat dan determinasi yang tinggi mengajak seluruh Civitas Akademika UB dan masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar mereka dapat memberikan penampilan terbaik dan membanggakan karena di tahun 2024, PSM UB akan berkompetisi kembali di Asian Choral Grand Prix melawan 3 kompetitor lainnya dari Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival 2023. (nid/din)