Angka Kematian Covid19 Jatim Menurun Tajam

KANAL24 -2021-10-11, 10:00:00 WIB 118 kali

Ilustrasi (muralweb)

KANAL24, Surabaya – Angka kematian Covid19 di wilayah Jawa Timur terus menurun. Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per hari  Jum'at  (8/10/2021), jumlah penambahan kematian di Jatim mencapai angka terendah selama pandemi yaitu sebanyak 7 kasus. Sementara pada Sabtu (9/10/2021) tercatat 8 kasus.

Total penambahan tersebut berasal dari Kota Batu, Kota Surabaya, Kab. Probolinggo, Kab. Jember, Kab. Malang, Kota Blitar, Kab. Ponorogo, dan Kab. Nganjuk. Masing-masing kabupaten/kota tersebut terdapat sebanyak 1 kasus kematian.

Sedangkan untuk 30 kabupaten/kota lainnya di Jatim tercatat sebanyak 0 kasus kematian Covid-19. Artinya sudah 78,95% daerah di Jatim terdapat 0  (nol) kasus kematian.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ,menyampaikan terima kasih dan bersyukur atas kerja keras, sinergi, do'a serta kolaborasi dari tenaga kesehatan, pemkab/pemko dan Forkopimda se-Jatim, serta seluruh elemen strategis masyarakat.

“Terima kasih atas kerja keras dari para nakes, bupati/walikota, forkopimda, dan semua pihak. Dalam dua hari terahir Jum'at dan Sabtu tanggal 8 dan 9 Oktober 2021  , jumlah penambahan kematian di Jatim mencapai 7 dan  8 kasus. Sebelumnya jumlah penambahan kasus kematian terendah 10-15 orang. Alhamdulillah, dua hari ini  tercatat di bawah 10 kasus dan merupakan  kasus dengan  jumlah penambahan kematian terendah selama pandemi,” ungkap  orang nomor satu di Jatim dengan penuh rasa syukur , di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/10/2021) malam.

“Alhamdulillah, 30 kabupaten/kota di Jatim tercatat 0 (nol)  penambahan kasus kematian. Artinya ada sebanyak 78,95% daerah di Jatim yang tidak ada penambahan kasus kematian karena covid-19 ,” imbuh Khofifah.

Gubernur  menjelaskan, terdapat beberapa hal yang membuat bertambah rendahnya kematian di Jatim. Yaitu adanya kemampuan respon yang adequate. Respon ini dibagi tiga yaitu kapasitas tracing yang cukup, ditunjang jumlah testing yang memadai mencapai 170 ribu per minggu, serta positivity rate yang rendah mencapai 0,49%/minggu.

“Dampaknya kasus-kasus terkonfirmasi positif bisa ditemukan lebih awal, sehingga isolasi bisa cepat dilakukan, dan kemungkinan kasus-kasus menyebar pada orang berisiko tinggi bisa dihambat. Dengan demikian kematian bisa ditekan,”papar Mantan Mensos RI.

Selanjutnya, jelas Khofifah tracing yang tinggi di Jatim sudah diangka 22,52 rasio kontak erat/kasus konfirmasi membuat kasus-kasus terkonfirmasi bisa direm, supaya tidak menulari kepada mereka yang berisiko tinggi atau komorbid. Sehingga mereka tidak tertular Covid-19 dengan gejala berat.

Selain itu, BOR RS yang cukup rendah bahkan menurut RS On line Kemenkes RI per tanggal 9 Oktober 2021 menunjukkan BOR  ICU Covid-19 komulatif Jawa Timur tercatat  7 %, Isolasi 4 % dan RS. Darurat Covid-19 tercatat  2 %.  Sebagaimana diketahui sesuai standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia) bahwa  BOR harus dibawah  60%. Dengan demikian maka BOR di Jawa Timur baik ICU, Isolasi maupun RSDC sudah sangat jauh dibawan rekomendasi WHO yaitu dibawah 60 %.(sdk)

kanal24.co.id Khofifah Covid19 Jatim angka kematian menurun
Popular

KANAL24 - 2020-05-03 35640 kali

COVID-19 DAN FITNAH AKHIR ZAMAN

KANAL24 - 2020-02-27 27903 kali

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

KANAL24 - 2019-07-04 26281 kali

Tujuh Istilah Populer Dalam Tinju

KANAL24 - 2019-06-29 21946 kali

20 Istilah Basket Yang Perlu Diketahui

KANAL24 - 2019-08-14 19482 kali

Kenali 10 Istilah Dalam Pramuka