Antisipasi Corona, Pakar Ini Sarankan Bidik Destinasi Wisata Baru

KANAL24 -2020-02-13, 14:00:00 WIB 342 kali

Puthuk Setumbu salah satu destinasi lokal di Yogyakarta (sidik kanal24)

KANAL24,  Malang - Virus Corona yang masih mewabah berdampak di hampir semua sektor, tak terkecuali pariwisata. Menanggapi hal itu, pakar pariwisata UB Yusri Abdillah, S.Sos., M.Si., Ph.D kepada kanal24.co.id mengatakan dampak corona terhadap pariwisata Indonesia bisa diatasi melalui beberapa cara, seperti meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.


“Wisatawan domestik, orang-orang jawa, sumatera dan daerah lain salah satu karakteristiknya saat plesiran adalah suka belanja. Belanja ini memberikan impact yang luar biasa terhadap perekonomian tempat wisata tersebut. Jadi sekarang sudah saatnya mencoba, ketika ada krisis seperti ini kita tingkatkan perjalanan wisata domestik,” terangnya, kamis (23/2/2020).


Kemudian membidik target pasar baru, selain generasi Z dan milenial, potensi market wisata yang bagus juga ada di orang-orang yang sudah pensiun.


Dikarenakan orang-orang tersebut, tidak memiliki beban kerja dan biasanya ingin menghabiskan uang pensiun untuk berkumpul bersama rekan-rekannya untuk berwisata ke suatu tempat. Target seperti inilah yang perlu dimanfaatkan untuk mendongkrak sektor pariwisata Indonesia.

Suasana sunrise dari bukit Puthuk Setumbu (sidik kanal24)


“Kalau memang travelling sudah menjadi kebutuhan, kita mulai diversifikasi membangkitkan destinasi-destinasi wisata baru, Pemerintah pun sudah memiliki program 10 destinasi wisata prioritas. Jangan hanya membidik orang-orang yang suka berplesir saja, misalnya di Labuan Bajo disediakan tempat untuk eco conference, orang-orang yang biasanya sering rapat di Bali sekarang di pindah dong ke Labuan Bajo atau di Poso, Danau Poso juga punya potensi wisata yang luar biasa,” jelas Wakil Dekan Bidang Akdemik FIA UB tersebut.


Selain membidik target wisatawan baru, biaya perjalanan dibuat regulasi yang tepat supaya betul-betul terjangkau.


Destinasi-destinasi kecil yang ada di daerah-daerah juga dapat dikembangkan, tetapi tetap ada pendampingan supaya destinasi-destinasi tersebut menjadi destinasi yang sustainable.(meg)

kanal24.co.id Pariwisata Indonesia
Popular

KANAL24 - 2020-05-03 30272 kali

COVID-19 DAN FITNAH AKHIR ZAMAN

KANAL24 - 2019-07-04 23770 kali

Tujuh Istilah Populer Dalam Tinju

KANAL24 - 2020-02-27 22906 kali

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

KANAL24 - 2019-08-14 16954 kali

Kenali 10 Istilah Dalam Pramuka