Kemenperin Promosikan IKM Yogya Berorientasi Ekspor

KANAL24 -2020-03-12, 16:00:00 WIB 404 kali

IKM Yogya berorientasi ekspor di promosikan kemneperin (kemenperin)

KANAL24, Yogyakarta - Kementerian Perindustrian terus berupaya mengangkat potensi industri kecil dan menengah (IKM) di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, setiap daerah memiliki berbagai produk keunggulan khas sesuai dengan kekayaan sumber daya alam dan budayanya.

“Indonesia memiliki beberapa wilayah yang telah berkembang IKM-nya, salah satunya adalah Yogyakarta,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Agus Tavip Riyadi pada pembukaan Pameran Kerajinan Jogja Istimewa 2020 di Plasa Industri, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Agus menyebutkan, Yogyakarta memiliki sektor IKM yang variatif, antara lain industri logam mulia, kimia, hasil pertanian dan kehutanan, fesyen, kuliner, serta kerajinan. Daya saing IKM Yogyakarta dinilai mampu kompetitif baik di kancah domestik maupun global, sehingga menjadi barometer perkembangan ekonomi kreatif di Pulau Jawa.

“Secara umum, industri yang terdapat di Yogyakarta adalah industri kecil. Pada kenyataannya, hasil industri di wilayah Yogyakarta, utamanya produk kriya (kerajinan), fesyen dan kuliner telah banyak diminati konsumen luar negeri,” tuturnya. Hingga kini, Yogyakarta memiliki lebih dari 78 ribu unit usaha sektor IKM, yang sebagiannya punya potensi dobrak pintu ekspor.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada para pelaku IKM yang berasal dari Kota Gudeg atas partisipasinya pada Pameran Kerajinan Jogja Istimewa 2020. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jaringan dan pasar mereka.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, pada tanggal 10-13 Maret 2020, diikuti sebanyak 55 IKM. Mereka berasal dari Kota Yogyakarta (12 IKM), Kabupaten Bantul (15 IKM), Kab. Sleman (17 IKM), Kab. Gunungkidul (5 IKM), dan Kab. Kulonprogo (6 IKM).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I. Yogyakarta, Aris Riyanta mengemukakan, pelaku IKM yang dibawa pada pameran kali ini sudah menghasilkan berbagai produk premium atau berkualitas, yang sebagian telah menembus pasar ekspor. “Produk industri Yogyakarta yang punya orientasi ekspor, antara lain furnitur dan produk kulit,” jelasnya.

Data Dinas Perindag Kota Yogyakarta menunjukkan, nilai ekspor D.I. Yogyakarta sepanjang tahun 2018 mencapai USD338,02 juta atau naik 13,96 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar USD296,61 juta. Komoditas yang berandil besar dalam meningkatkan nilai ekspor DIY tersebut, di antaranya pakaian jadi tekstil, mebel kayu, sarung tangan kulit, biji vanila dan minyak atsiri.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih menegaskan, pihaknya fokus mengembangkan pelaku IKM di dalam negeri, termasuk sektor kerajinan, karena selama ini memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional. “Masa depan IKM sangat menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi dengan nilai yang tinggi, karena dalam industri ini sangat sarat dengan gagasan, seni, inovasi, teknologi, serta kekayaan intelektual yang di Indonesia cukup besar potensinya,” paparnya.

Guna memacu inovasi produk IKM kerajinan agar lebih berdaya saing, Ditjen IKMA Kemenperin memiliki berbagai program strategis, antara lain mefasilitasi bantuan mesin dan peralatan industri dalam program restrukturisasi (potongan harga). Selanjutnya, program pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk serta program pemasaran online melalui e-Smart IKM yang telah berjalan selama dua tahun dan bekerjasama dengan marketplace yang sudah ada.(sdk)

kanal24.co.id Yogyakarta Kemenperin IKM
Popular

KANAL24 - 2020-05-03 36049 kali

COVID-19 DAN FITNAH AKHIR ZAMAN

KANAL24 - 2020-02-27 29495 kali

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

KANAL24 - 2019-07-04 26949 kali

Tujuh Istilah Populer Dalam Tinju

KANAL24 - 2019-06-29 23184 kali

20 Istilah Basket Yang Perlu Diketahui

KANAL24 - 2019-08-14 20064 kali

Kenali 10 Istilah Dalam Pramuka