Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Rektor UB Wanti-Wanti Krisis Mental Mahasiswa Kampus

Einid Shandy by Einid Shandy
April 2, 2026
in Nasional
0
Rektor UB Wanti-Wanti Krisis Mental Mahasiswa Kampus

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. (Puguh/Kanal24)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menegaskan pentingnya peran dosen dalam mendampingi mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam pengembangan keilmuan dan aspek psikologis mahasiswa. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Halal Bihalal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya pada Rabu (01/04/2026).

Dalam paparannya, Prof. Widodo menyoroti bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu merespons perubahan global, termasuk dalam membangun hubungan yang lebih humanis antara dosen dan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa paradigma lama yang menempatkan mahasiswa sebagai objek pembelajaran sudah tidak relevan. Menurutnya, mahasiswa harus diposisikan sebagai mitra atau partner dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta hubungan kolaboratif yang mampu mendorong inovasi dan kreativitas di lingkungan kampus.

Baca juga:
Halal Bihalal FIA UB Perkuat Integritas Akademik

“Mahasiswa bukan sekadar objek yang diajar, tetapi mitra dalam membangun keilmuan. Karena itu, dosen perlu mendekatkan diri dan mendampingi mereka secara aktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Widodo menjelaskan bahwa peran dosen tidak berhenti pada kegiatan mengajar di ruang kelas. Dosen juga memiliki tanggung jawab untuk membimbing mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik. Pendampingan ini, menurutnya, dapat dilakukan melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program kolaboratif, termasuk kerja sama dengan pemerintah daerah.

Keterlibatan tersebut dinilai menjadi sarana penting dalam proses transfer pengetahuan secara langsung. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kompetensi yang lebih adaptif terhadap tantangan dunia kerja.

Selain aspek akademik, Prof. Widodo juga memberikan perhatian serius terhadap isu kesehatan mental mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa persoalan ini menjadi tren global yang tidak bisa diabaikan oleh institusi pendidikan tinggi.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 10 persen populasi mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini, menurutnya, juga terjadi pada kalangan mahasiswa yang rentan terhadap tekanan akademik maupun sosial.

“Kesehatan mental menjadi isu yang sangat penting. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, bahkan sudah menjangkiti anak-anak hingga remaja, termasuk mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih personal dari dosen, serta penyediaan layanan pendampingan yang memadai.

Menurutnya, dosen perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi mahasiswa, termasuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental. Dengan demikian, langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Selain itu, Prof. Widodo juga mendorong adanya kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga unit layanan konseling, untuk bersama-sama menjaga kesejahteraan mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam mencetak lulusan yang sehat secara mental dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dalam konteks yang lebih luas, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan suportif. Melalui momentum Halal Bihalal FIA UB tersebut, ia berharap nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap mahasiswa dapat semakin diperkuat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat.

Melalui penegasan ini, Universitas Brawijaya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mahasiswa secara holistik. (nid/wan)

Post Views: 16
Tags: Kampus InklusifKANAL24kanal24.co.idkesehatan mental mahasiswamahasiswa sebagai mitraPendidikan Tinggi Indonesiaperan dosenRektor UBuniversitas brawijaya
Previous Post

Guest Lecture Internasional FP UB Diserbu Mahasiswa

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Rektor UB Wanti-Wanti Krisis Mental Mahasiswa Kampus

Rektor UB Wanti-Wanti Krisis Mental Mahasiswa Kampus

April 2, 2026
Guest Lecture Internasional FP UB Diserbu Mahasiswa

Guest Lecture Internasional FP UB Diserbu Mahasiswa

April 2, 2026
Halal Bihalal FIA UB Perkuat Integritas Akademik

Halal Bihalal FIA UB Perkuat Integritas Akademik

April 2, 2026
WFH Swasta-BUMN Tanpa Potong Gaji, Ini Aturannya

WFH Swasta-BUMN Tanpa Potong Gaji, Ini Aturannya

April 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025