Kanal24, Malang – Inovasi energi terbarukan terus menjadi fokus penting dalam menjawab tantangan transisi energi di Indonesia. Di tengah upaya mencari sumber energi yang lebih berkelanjutan, mahasiswa Departemen Teknik Kimia Universitas Brawijaya menunjukkan kontribusinya melalui riset pemanfaatan limbah sawit menjadi bioetanol.
Tim Perwira Agak Laen yang beranggotakan Ahmad Hisyam Shidqi (Teknik Kimia 2022) dan Kevin Ainal Rizki Fadillah (Teknik Kimia 2022) berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 dalam ajang Chemical Engineering Universe (CHEVERSE) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa UB harus bersaing dengan tim-tim kuat dari sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Di bawah bimbingan Ir. Diah Agustina Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D, tim ini mengusung karya ilmiah yang relevan dengan agenda transisi energi nasional. Karya tersebut berjudul āPemanfaatan Limbah TKKS Menjadi Bioetanol: Evaluasi Metode Simultaneus Sacharification and Fermentation (SSF) dalam Skala Pabrik Sebagai Penunjang Keberlanjutan dan Pengoptimalan Sumber Energiā.
Riset ini menyoroti potensi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai bahan baku bioetanol yang dapat mendukung program mandatori E10 di Indonesia. Melalui simulasi proses industri menggunakan Aspen Plus V14, tim mengevaluasi dua pendekatan produksi bioetanol, yakni metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF), dengan mempertimbangkan aspek yield, efisiensi energi, dan kelayakan ekonomi.
āKami berupaya mencari metode yang paling optimal secara teknis dan ekonomis agar pemanfaatan limbah sawit menjadi bioetanol dapat diimplementasikan secara nyata di industri,ā kata Kevin.
Inovasi yang dikembangkan Hisyam dan Kevin tidak hanya menawarkan solusi teknologi, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dunia. Riset tersebut mendukung SDG 7 melalui optimalisasi bioetanol dari limbah TKKS sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, pemanfaatan teknologi simulasi Aspen Plus V14 juga mencerminkan dukungan terhadap SDG 9 dalam pengembangan inovasi industri dan manufaktur yang lebih efisien.
Pendekatan yang dilakukan juga selaras dengan SDG 12 melalui penerapan prinsip circular economy, dengan mengubah limbah biomassa sawit menjadi produk bernilai tambah tinggi. Di sisi lain, inovasi ini turut berkontribusi pada SDG 13 dengan mendukung implementasi program E10 untuk menekan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi.
Keberhasilan tim mahasiswa Teknik Kimia UB menembus babak final CHEVERSE 2026 menjadi bukti bahwa riset mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan energi masa depan. Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, inovasi ini menunjukkan bagaimana potensi limbah biomassa dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai strategis bagi keberlanjutan energi nasional.













