Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) menerima sekitar 3.900 siswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari total 33.498 pendaftar.
Tingginya jumlah peminat menunjukkan ketatnya persaingan masuk UB, terutama pada sejumlah program studi favorit yang kembali menjadi incaran utama calon mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, mengungkapkan bahwa program studi di bidang kesehatan dan sosial masih mendominasi pilihan peserta.
“Pada kelompok saintek, Fakultas Kedokteran masih menjadi primadona dengan jumlah pendaftar mencapai 1.405 orang, sementara daya tampung yang tersedia hanya untuk 64 mahasiswa baru,” ujarnya.
Selain Kedokteran, persaingan ketat juga terjadi di program studi Farmasi yang diminati 1.181 pendaftar dengan kuota 36 mahasiswa. Sementara itu, Kedokteran Gigi berada di posisi berikutnya dengan 991 pendaftar dan daya tampung 33 mahasiswa.
Program studi Teknik Industri juga masuk dalam daftar favorit dengan 775 pendaftar untuk 44 kursi yang tersedia.
Di kelompok sosial-humaniora, Ilmu Hukum menjadi program studi dengan peminat tertinggi. Tercatat sebanyak 1.378 pendaftar bersaing untuk 133 kursi yang tersedia.
Posisi berikutnya ditempati Psikologi dengan 1.135 pendaftar dan kuota 58 mahasiswa. Disusul Manajemen dengan 1.074 pendaftar dan daya tampung 75 mahasiswa, serta Akuntansi yang menerima 94 mahasiswa dari total 1.065 pendaftar.

Program studi Administrasi Bisnis juga mencatat peminat tinggi, dengan 1.025 pendaftar untuk 90 kursi yang tersedia.
Selain program studi unggulan, UB juga mulai menunjukkan daya tarik pada program studi baru yang diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir.
Prof. Imam menyebutkan bahwa prodi seperti Bioinformatika dan Industri Peternakan Cerdas mulai diminati calon mahasiswa.
“Prodi Bioinformatika memiliki keketatan sekitar 16 persen dengan peminat 73 dan calon mahasiswa yang lulus sebanyak 12 orang. Sementara, Prodi Industri Peternakan Cerdas memiliki tingkat keketatan sekitar 23 persen, di mana terdapat 20 calon mahasiswa yang lolos dari total 86 pendaftar,” jelasnya.
Menurutnya, tingkat keketatan yang tinggi ini menjadi indikator bahwa proses seleksi mampu menyaring calon mahasiswa dengan kapasitas akademik yang sesuai dengan kebutuhan program studi.
UB juga mengingatkan para peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2026 untuk segera mengikuti proses daftar ulang sesuai prosedur yang telah diumumkan melalui laman resmi Seleksi Mahasiswa (Selma) UB.
Proses ini menjadi tahap penting untuk memastikan bahwa seluruh calon mahasiswa memenuhi persyaratan administratif sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya.
Bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur SNBP, UB mendorong untuk tetap melanjutkan perjuangan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Tetap semangat, ikhtiar, dan terus berdoa. Ingatlah bahwa yang terbaik bagi kita belum tentu selalu yang nomor satu,” pesan Prof. Imam.(Din)













