Kanal24, Malang – Istilah sigma male belakangan semakin ramai dibicarakan di media sosial maupun forum daring. Sosok ini digambarkan sebagai pria yang mandiri, introvert, dan tidak terikat pada hierarki sosial tradisional yang biasanya menempatkan alpha male di puncak. Jika alpha dikenal dominan dan haus pengakuan, sigma justru menolak hirarki tersebut dan lebih memilih jalannya sendiri (Verywell Mind).
Meskipun tidak berasal dari kajian psikologi akademik, konsep ini berkembang dalam budaya populer dan terasa relevan bagi banyak orang. Bahkan, sebagian mengaku cocok dengan deskripsi yang dilekatkan pada sosok sigma male. Lantas, seperti apa ciri-cirinya? Berikut lima karakteristik yang kerap disebutkan.
Baca juga:
Tiga Olahraga Rumah Bikin Sehat dan Bugar
Independen dan Non-Konformis
Salah satu ciri utama sigma male adalah kemandirian. Mereka tidak suka bergantung pada orang lain, baik dalam hal pekerjaan, keputusan hidup, maupun cara berpikir. Prinsip dan nilai pribadi lebih diutamakan daripada mengikuti tren atau aturan yang dianggap tidak sesuai keyakinan.
Karakter ini membuat sigma male sering dipandang sebagai sosok trendsetter. Mereka berani menempuh jalan berbeda, bahkan jika harus melawan arus mayoritas. Kemandirian ini bukan hanya soal finansial, tetapi juga pola pikir kritis yang mempertanyakan apakah aturan yang ada memang adil dan relevan (Feranoid & Bright Canary).
Introvert dan Misterius
Berbeda dari alpha male yang suka tampil menonjol, sigma male justru nyaman dengan kesendirian. Mereka lebih senang bekerja dan berpikir dalam sunyi dibanding berada di keramaian. Karena jarang menunjukkan diri, sosok ini sering disebut sebagai lone wolf atau serigala penyendiri (Verywell Mind & Mentalzon).
Namun, sifat introvertnya justru menghadirkan daya tarik. Kehadiran yang tenang, bahasa tubuh sederhana, dan sikap penuh misteri menimbulkan rasa penasaran di mata orang lain.
Hidden Leader
Kepemimpinan sigma male berbeda dari alpha male. Jika alpha dominan dan berkuasa secara formal, sigma lebih sering memimpin secara alami tanpa mengejar posisi. Pengaruh mereka hadir melalui pandangan, strategi, dan pendekatan yang membuat orang lain hormat secara sukarela.
Dengan kecerdasan emosional dan empati, mereka mampu memimpin tim tanpa paksaan. Loyalitas yang tercipta pun lahir dari rasa dihargai, bukan dari rasa takut. Gaya kepemimpinan ini sejalan dengan kebutuhan organisasi modern yang mengedepankan kolaborasi dan keseimbangan.
Kecerdasan Emosional Tinggi
Ciri lain yang menonjol adalah kemampuan mengendalikan emosi. Sigma male jarang terbawa amarah, bahkan di bawah tekanan. Mereka memilih mencari solusi alih-alih memperkeruh konflik. Sikap ini membuat mereka dihargai dalam pergaulan, pekerjaan, maupun hubungan personal.
Ketenangan mereka menciptakan rasa aman bagi orang-orang di sekitarnya. Tak heran, kecerdasan emosional ini menjadi salah satu faktor utama mengapa sosok sigma male dianggap menarik.
Tidak Clingy dalam Hubungan
Dalam percintaan, sigma male cenderung menjaga jarak. Meski bisa mencintai dengan tulus, mereka jarang menempatkan hubungan romantis sebagai prioritas utama. Ruang pribadi tetap menjadi hal penting yang harus dijaga.
Hal ini sering membuat mereka terlihat “dingin” atau tidak clingy. Namun, saat sudah memilih untuk berkomitmen, mereka biasanya serius dan penuh tanggung jawab. Kesetiaan yang diberikan bukan karena kebutuhan emosional, melainkan keputusan sadar untuk tetap bersama pasangan.
Baca juga:
Rahasia Hidup Sehat: Lindungi Ginjal Sejak Dini
Identitas dalam Budaya Populer
Secara sederhana, sigma male dapat dipandang sebagai “alpha versi introvert” yang mandiri, misterius, dan berpengaruh tanpa perlu mencari dominasi. Meski bukan klasifikasi psikologi resmi, konsep ini populer karena merefleksikan kebutuhan manusia modern akan identitas, kemandirian, dan gaya kepemimpinan alternatif.
Popularitas istilah ini menunjukkan bahwa orang kini semakin terbuka terhadap beragam model kepribadian. Bagi sebagian orang, sigma male menjadi inspirasi untuk hidup lebih autentik, percaya diri, sekaligus berani menempuh jalan berbeda. (han)