Kanal24, Malang – Ratusan siswa SMK Negeri 4 Malang menumpahkan kreativitasnya melalui goresan warna dalam kegiatan Pekan Kokurikuler – Grafika One Day Art Mural yang digelar pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menjadi wahana bagi siswa untuk mengembangkan karakter, ekspresi seni, hingga kemampuan kolaborasi sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik dan menyenangkan.
Pekan kokurikuler merupakan pengembangan dari kegiatan intrakurikuler yang dirancang untuk memperkuat karakter siswa. Menurut Wuryandaru, S.Pd., PIC kegiatan mural, kokurikuler menjadi ruang pendalaman dan pemantapan nilai-nilai yang tertanam dalam Profil Pelajar Pancasila. Energi besar remaja yang membutuhkan penyaluran positif menjadi salah satu alasan mural dipilih sebagai medium utama. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin mengarahkan ekspresi siswa ke bentuk lebih terukur dan tematik, sehingga mencegah kecenderungan perilaku vandalisme pada ruang publik.

Baca juga:
Disertasi Fapet UB Dorong Standar Halal UMKM Kuliner Malang
Kegiatan bertajuk Pekan Kokurikuler – Grafika One Day Art Mural tersebut diselenggarakan oleh SMK Negeri 4 Malang dan berlokasi di Lapangan Serbaguna SMKN 4 Malang. Program mural berlangsung selama tiga hari mulai Selasa hingga Kamis, dengan puncak aktivitas pada Rabu (3/12/2025). Seluruh karya mural dikerjakan di ruang dalam menggunakan media partisi sebelum dipasang di area luar sekolah setelah proses penyelesaian dan finishing coating.
Ekspresi Kreatif yang Terarah
Wuryandaru menjelaskan bahwa mural dipilih karena menjadi salah satu wadah paling diminati oleh siswa untuk menyalurkan energi dan kreativitas. Media papan partisi menggantikan tembok permanen yang jumlahnya terbatas, namun tetap memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi siswa.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang agar ekspresi remaja dapat tersalurkan secara lebih terarah dan tidak jatuh pada tindakan seperti corat-coret liar. “Harapannya, energi anak-anak itu tersalurkan pada media yang tepat, tematik, dan terukur. Alhamdulillah, kegiatan seperti ini terbukti mampu menjadi wadah positif,” ungkapnya.
Kurikuler Baru, Ruang Baru untuk Berkembang
Koordinator Pekan Kokurikuler, Dwi Setyo Rini, S.Sn., Gr., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan format baru setelah perubahan dari program P5 menjadi kegiatan kokurikuler. Tahun 2025 menjadi pertama kalinya SMKN 4 Malang menggelar kegiatan dengan nama baru tersebut.
Selain mural grafika, pekan ini juga memuat program Kreatif Kelas untuk siswa kelas 10, kegiatan peduli lingkungan untuk kelas 11, hingga pembiasaan religi setiap Jumat pagi. Dalam program Kreatif Kelas, siswa belajar merancang kegiatan layaknya event organizer, mulai dari penggalangan dana hingga penyaluran bantuan sosial ke lokasi yang telah mereka survei.

“Setiap kelas punya fokus sendiri. Ada yang mural, ada yang peduli lingkungan, ada yang mengerjakan program kreatif. Minggu depan mereka belajar personal branding, terutama memanfaatkan Instagram dan LinkedIn secara bijak. Minggu berikutnya bergeser ke kewirausahaan,” jelasnya.
Semua program dirancang untuk memperkuat delapan dimensi Profil Pelajar Pancasila, terutama kolaborasi, kreativitas, dan karakter. “Walaupun pintar, kalau tidak punya karakter akan sulit hidup bermasyarakat. Kegiatan kokurikuler ini membentuk kebiasaan yang mengarahkan anak menjadi pribadi yang bijak,” tambah Dwi.
Suara Siswa: Belajar Bersama, Berkembang Bersama
Antusiasme siswa tampak dari partisipasi mereka dalam mural grafika. Salah satunya datang dari Anika Ayundya, siswi kelas XI RPLC. Ia mengaku sangat senang karena dapat belajar banyak hal terkait desain dan pewarnaan.

“Di sini saya belajar mempererat persaudaraan dengan teman-teman. Pesan saya buat teman-teman dan guru-guru, semangat terus untuk kegiatan Grafika,” ujarnya.
SMK Negeri 4 Malang berharap Pekan Kokurikuler dapat menjadi tradisi pembelajaran yang terus berkembang setiap tahun. Dengan dukungan guru, kurikulum, dan fasilitas yang memadai, siswa diharapkan mampu mengembangkan bakat seni maupun keterampilan pendukung lainnya, termasuk kolaborasi, komunikasi, personal branding, hingga kepedulian sosial.
Kegiatan mural yang menyatukan kreativitas dan karakter ini tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk memahami diri, bekerja sama, dan berkontribusi sebagai Pelajar Pancasila yang kreatif dan berdaya. (nid/dpa)














