Kanal24, Malang — Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog kembali mencatat sejarah dengan mencapai angka tertinggi sepanjang masa. Lonjakan pasokan yang signifikan ini membuat pemerintah menyiapkan langkah besar berupa pembangunan 100 gudang baru di berbagai wilayah Indonesia untuk mengantisipasi panen raya mendatang serta menjaga stabilitas cadangan pangan nasional.
Pencapaian ini diumumkan dalam rapat koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Bulog, di mana Menteri Pertanian menyampaikan bahwa stok beras di gudang pemerintah telah mencapai level tertinggi selama Bulog berdiri. Pemerintah menilai capaian tersebut sebagai salah satu indikator keberhasilan dalam penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus bukti meningkatnya produktivitas petani di berbagai daerah.
Rencana pembangunan 100 gudang baru ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kapasitas serap dan penanganan hasil panen. Bulog menyatakan bahwa separuh dari total gudang akan dibangun di atas lahan milik perusahaan, sementara 50 lainnya akan didirikan di lahan hibah pemerintah daerah. Gudang-gudang tersebut akan tersebar di wilayah sentra produksi serta daerah terpencil yang selama ini kesulitan akses distribusi.
Baca juga:
DJP Intip Rekening 2026, Ini Penjelasannya
Pembangunan Gudang untuk Menyerap Panen Raya
Direktur Utama Bulog menegaskan bahwa pembangunan fasilitas baru ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya jutaan ton beras tambahan dari panen raya yang diprediksi berlangsung pada awal tahun mendatang. Dengan kapasitas penyimpanan mulai dari 1.000 hingga 3.500 ton per unit, gudang-gudang baru ini dipersiapkan agar mampu menampung lonjakan suplai sekaligus memastikan kualitas beras tetap terjaga.
Selain pengembangan bangunan fisik, Bulog juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti mesin pengering, unit penggilingan modern, serta sistem manajemen penyimpanan yang memungkinkan pengolahan gabah maupun beras dilakukan lebih cepat dan efisien. Dengan infrastruktur tersebut, Bulog berharap proses penyerapan hasil panen petani berlangsung lebih optimal dan tidak lagi terhambat oleh keterbatasan gudang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Teknologi Penyimpanan Modern Mulai Dipertimbangkan
Sebagai upaya menyesuaikan dengan dinamika industri pangan modern, Bulog juga mempertimbangkan penggunaan teknologi penyimpanan alternatif yang tidak mengandalkan bangunan fisik konvensional. Beberapa inovasi yang tengah dikaji antara lain penggunaan kemasan vakum berkapasitas besar dan sistem penyimpanan berbasis plastik khusus yang mampu menjaga kualitas beras lebih lama.
Opsi lain adalah penggunaan “cocoon”, yakni struktur penyimpanan fleksibel yang bisa ditempatkan di luar ruangan namun tetap kedap udara dan tahan terhadap hama. Teknologi-teknologi ini dinilai dapat menjadi solusi tambahan ketika pengembangan gudang fisik belum selesai sepenuhnya atau ketika volume panen melonjak tajam dalam waktu singkat.
Anggaran Rp 5 Triliun untuk Infrastruktur Pangan
Pembangunan 100 gudang baru tersebut akan disokong oleh anggaran negara sebesar sekitar Rp 5 triliun. Nilai tersebut mencakup konstruksi bangunan, penyediaan peralatan penunjang, hingga penguatan sistem logistik pangan nasional.
Pemerintah menilai investasi ini bukan hanya kebutuhan jangka pendek, tetapi juga elemen penting dalam membangun fondasi ketahanan pangan jangka panjang. Dengan infrastruktur penyimpanan yang memadai, Indonesia diharapkan dapat mengamankan stok pangan dalam kondisi stabil sekalipun menghadapi gejolak iklim, gangguan global, atau lonjakan permintaan domestik.
Distribusi Stok Masih Jadi Tantangan
Meski stok beras mencapai rekor tertinggi, sejumlah pengamat menilai tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen. Dalam beberapa bulan terakhir, harga beras di pasaran masih cenderung tinggi, meski jumlah cadangan pemerintah berada pada titik aman. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kapasitas penyimpanan dan kecepatan penyaluran.
Pemerintah mendorong sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan dinas-dinas terkait agar distribusi berjalan merata. Gudang-gudang baru yang dibangun terutama di wilayah terpencil diproyeksikan dapat mempercepat pergerakan stok dan mengurangi biaya logistik, sehingga stabilisasi harga dapat lebih cepat dicapai.
Mengamankan Kualitas dan Sirkulasi Beras
Selain memperbanyak kapasitas, pemerintah juga mengingatkan perlunya menjaga agar beras tidak menumpuk terlalu lama di gudang. Stok yang terlalu lama disimpan berisiko mengalami penurunan kualitas dan menimbulkan kerugian. Karena itu, Bulog diminta memastikan sirkulasi beras berjalan maksimal dalam jangka waktu aman, terutama jelang musim tanam dan panen berikutnya.
Untuk mendukung perputaran stok, Bulog terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai sektor, termasuk pedagang besar, program bantuan pangan pemerintah, hingga jaringan ritel murah. Dengan demikian, stok yang melimpah dapat tersalurkan secara efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menuju Ketahanan Pangan Lebih Kuat
Dengan pencapaian stok beras tertinggi dalam sejarah dan langkah besar pembangunan 100 gudang baru, pemerintah optimistis Indonesia berada di jalur yang benar dalam memperkuat ketahanan pangan. Kombinasi peningkatan produksi petani, dukungan infrastruktur modern, dan penataan distribusi diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi stabilitas pangan nasional di tahun-tahun mendatang. (nid)














