Kanal24, Malang – Pemerintah Indonesia semakin serius memperkuat posisi di kancah global dengan menargetkan diri sebagai negara superpower pangan atau lumbung pangan dunia. Langkah strategis ini diambil sebagai respon atas ketidakpastian kondisi geopolitik global serta ancaman krisis iklim yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan internasional.
Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan letak geografis yang strategis, dinilai memiliki modal kuat untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Fokus utama pemerintah saat ini mencakup optimalisasi lahan di berbagai wilayah potensial serta penerapan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas hasil bumi secara signifikan.
Baca juga:
Guest Lecture Internasional FP UB Diserbu Mahasiswa
Menteri Pertanian RI dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa program integrasi sektor hulu dan hilir menjadi kunci keberhasilan. “Kita harus berani melakukan lompatan besar. Inovasi teknologi dan pelibatan generasi muda dalam sektor agribisnis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan ketahanan pangan kita kokoh di masa depan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, para pakar ekonomi pertanian menilai bahwa penguatan sektor pangan akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Dengan berkurangnya ketergantungan pada impor, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga memiliki daya tawar tinggi sebagai eksportir pangan utama bagi negara-negara tetangga dan pasar global.
Namun, tantangan besar masih membentang. Masalah distribusi, infrastruktur pendukung di daerah terpencil, hingga mitigasi dampak perubahan cuaca ekstrem memerlukan perhatian serius. Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan bendungan dan sistem irigasi modern untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian di seluruh pelosok negeri.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan sektor swasta, dan kerja keras para petani, target Indonesia sebagai pusat pangan dunia diharapkan dapat segera terwujud. Visi ini bukan sekadar tentang pemenuhan kebutuhan perut, melainkan tentang kedaulatan bangsa dan peran vital Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan global. (nid)













