Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya kembali menegaskan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia teknik profesional melalui pelaksanaan Sumpah Profesi Insinyur Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Fakultas Teknik UB, Sabtu (10/1/2026). Momentum ini menjadi penanda kesiapan para insinyur baru untuk terjun ke dunia profesional dengan kompetensi yang terukur dan berstandar internasional.
Program Profesi Keinsinyuran di Fakultas Teknik UB dirancang sebagai penguat jenjang profesional lulusan teknik. Tidak hanya menekankan aspek akademik, program ini memastikan setiap insinyur memiliki pengalaman, etika profesi, serta kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, pemerintahan, dan sektor usaha.
Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan bahwa kualitas menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur di UB. Ia menyampaikan bahwa program keinsinyuran UB telah meraih akreditasi unggul, sebuah capaian yang masih terbatas jumlahnya secara nasional.
Baca juga:
Literasi Media Sejak Dini, Strategi Finlandia Lawan Hoaks

“Program profesi keinsinyuran ini memastikan lulusan kami memiliki kompetensi yang sangat memadai. Dari sisi akreditasi, program keinsinyuran UB sudah unggul dan ini menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Untuk menjaga mutu lulusan, Fakultas Teknik UB menerapkan dua skema pendidikan, yakni program reguler dan rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Skema reguler ditujukan bagi lulusan keteknikan yang telah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun, sementara RPL diperuntukkan bagi profesional dengan rekam jejak dan kompetensi yang telah teruji di lapangan.
“Seluruh pengalaman kerja, perencanaan, pengawasan, hingga penelitian dan pengabdian dapat direkognisi dan diekuivalensikan dengan satuan kredit. Semua itu dinilai menggunakan rubrik yang jelas dan terukur,” tambah Prof. Hadi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menekankan bahwa keberadaan insinyur profesional sangat strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, UB berkomitmen aktif dan produktif dalam menyiapkan insinyur yang mampu berkontribusi nyata.

“Insinyur profesional adalah garda terdepan pembangunan infrastruktur dan sektor strategis lainnya. UB memastikan calon insinyur memiliki kemampuan profesional yang memadai melalui struktur kurikulum, magang, dan rekognisi pembelajaran,” jelasnya.
Ketua Departemen Profesi Keinsinyuran FT UB, Ir. Oyong Novareza, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menambahkan bahwa penguatan profesi insinyur juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kerja sama dengan industri, penguatan laboratorium, serta sinergi antar-departemen terus diperluas agar kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan lapangan.
Melalui sumpah profesi ini, UB menegaskan orientasi pendidikan teknik yang tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi berlanjut pada profesionalisme, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(Din/Cay)














