Bulan Ramadhan identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Beragam jajanan menggoda tersaji di pinggir jalan, mulai dari aneka gorengan hingga minuman manis berwarna-warni. Namun, kebiasaan menyantap gorengan secara berlebihan saat berbuka sering kali membuat perut terasa begah, kembung, bahkan tidak nyaman untuk melanjutkan ibadah malam.
Ahli gizi menyarankan agar berbuka puasa diawali dengan makanan ringan yang mudah dicerna dan mampu mengembalikan energi secara perlahan. Pilihan takjil yang segar, mengandung air, serat, serta gula alami dinilai lebih ramah bagi sistem pencernaan yang telah beristirahat selama kurang lebih 13 jam.
Berikut sejumlah rekomendasi takjil sehat tanpa gorengan yang bisa menjadi inspirasi selama Ramadan.
Segar dan Kaya Serat

Buah-buahan menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa. Kandungan air dan seratnya membantu tubuh terhidrasi kembali sekaligus melancarkan pencernaan. Sop buah, misalnya, memadukan aneka potongan melon, semangka, apel, pepaya, hingga alpukat yang disiram sirup atau susu secukupnya. Selain menyegarkan, sajian ini juga memberikan asupan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Alternatif lainnya adalah salad buah atau salad sayur dengan saus yogurt rendah gula. Menu ini cocok bagi mereka yang ingin menjaga asupan kalori tetap seimbang selama Ramadan. Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang tanpa membuat perut terasa berat.
Minuman seperti es timun serut atau air kelapa muda juga dapat menjadi pilihan. Keduanya dikenal mampu menggantikan cairan tubuh dengan cepat serta memberikan sensasi segar setelah seharian menahan haus.
Takjil Tradisional yang Ramah Perut

Selain buah, takjil tradisional juga bisa menjadi opsi yang lebih ringan dibandingkan gorengan. Kolak pisang atau ubi, misalnya, mengandung karbohidrat sederhana dari gula merah yang dapat mengembalikan energi dengan cepat. Jika ingin lebih sehat, santan bisa diganti dengan santan encer atau susu rendah lemak agar tidak terlalu berat di lambung.
Bubur sumsum juga menjadi favorit banyak keluarga saat Ramadan. Teksturnya yang lembut membuatnya mudah dicerna, sementara siraman gula merah memberikan rasa manis alami yang tidak berlebihan. Makanan bertekstur halus seperti ini membantu sistem pencernaan beradaptasi secara perlahan setelah berpuasa.
Puding berbahan dasar susu atau agar-agar dengan tambahan potongan buah juga dapat menjadi pilihan. Selain ringan, tampilannya yang menarik membuat suasana berbuka semakin menyenangkan.
Sentuhan Modern Lebih Sehat

Bagi yang ingin variasi berbeda, takjil modern seperti dimsum kukus bisa menjadi alternatif. Dibandingkan versi goreng, dimsum kukus cenderung lebih rendah minyak sehingga lebih nyaman di perut. Pilihlah varian dengan isian ayam atau sayur agar lebih ringan.
Oatmeal hangat dengan madu dan buah juga mulai dilirik sebagai menu pembuka puasa yang sehat. Kandungan serat larut dalam oat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil setelah berbuka.
Smoothie buah tanpa tambahan gula berlebih pun bisa menjadi solusi praktis. Cukup memadukan pisang, stroberi, atau mangga dengan susu rendah lemak atau yogurt, minuman ini sudah cukup memberikan energi tanpa membuat tubuh terasa lemas.
Mengapa Perlu Mengurangi Gorengan?

Makanan yang digoreng cenderung tinggi lemak dan dapat memperlambat proses pencernaan. Ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong setelah berpuasa, makanan berminyak berpotensi memicu rasa mual, begah, bahkan gangguan lambung pada sebagian orang.
Berbuka dengan makanan manis alami dan bertekstur ringan membantu tubuh menyesuaikan diri secara bertahap. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan makanan utama yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran.
Ramadan adalah momen menjaga keseimbangan, bukan hanya secara spiritual tetapi juga fisik. Dengan memilih takjil yang lebih sehat dan tidak berlebihan, tubuh akan terasa lebih bugar untuk menjalani ibadah tarawih dan aktivitas malam lainnya.
Mengganti gorengan dengan pilihan yang lebih segar dan bernutrisi bukan berarti mengurangi kenikmatan berbuka. Justru, langkah kecil ini bisa membuat pengalaman Ramadan menjadi lebih nyaman, sehat, dan penuh energi hingga akhir bulan suci. (ger)













